Kakek-Kakek Ikut Berjalan Kaki dari Bogor

Rombongan massa Aksi Superdamai 212 dari Bogor Raya terdiri atas berbagai kelompok usia. Mulai dari anak-anak, remaja hingga yang berusia lanjut. Rombongan akan menempuh jarak tak kurang dari 80 kilometer.

Di antara rombongan, ada sejumlah remaja yan berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. Mereka mengaku berangkat sejak subuh menuju Kota Bogor. Fadil Muhammad (15 tahun) mengaku tidak dipaksa atau diperintah pihak mana pun untuk mengikuti aksi.

Murid dari Ma’had Bhani Hasyim, Sukabumi itu mengaku hanya ingin membela agama. “Kemauan kami sendiri. Tidak ada yang suruh, baik itu guru atau siapa pun. Kami tujuannya bela agama. Kami mah sudah biasa jalan jauh, Insya Allah kuat,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmat Ibu Aulia (60 tahun), seorang pensiunan PNS, juga mengaku optimistis kuat menempuh perjalanan. Gerakan ini, menurut pria yang membina sebuah rumah tahfiz itu, juga sebagai bentuk kritik untuk penguasa.

“Pedoman kita diabaikan. Pedoman hidup kita dihinakan kaum kafirin munafikin. Itu alasan saya ikut,” ujar kakek dengan lima cucu itu.

Seorang kakek lainnya, Tatan Rahman (57 tahun) mengaku sanggup menempuh perjalanan. Jarak ini, menurutnya, tidak ada apa-apanya dibandingkan perjuangan Rasulullah SAW. Warga asal Paledang, Kota Bogor, itu mengaku hanya ingin menuntut keadilan.

Apabila hukum sulit bicara, dia mengatakan maka warga Muslim akan terus bergerak. “Agar Indonesia juga tenang. Hukum ditegakkan secara adil, mudah-mudahan umat Islam bersatu membela Quran,” katanya.

Adapun para peserta long march diminta tak khawatir pasokan makanan maupun layanan kesehatan karena mobil pandu selalu siap siaga. Selain mendapat pengamanan aparat kepolisian, sejumlah ormas juga mengerahkan laskar-laskar mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here