sapaislam.com, Balai Kota DKI Jakarta dibanjiri karangan bunga ucapan terimakasih dari sejumlah warga kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pengamat Kebijakan Publik dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah menilai, banjirnya karangan bunga di Balai Kota sebagai siasat politik agar Ahok menjadi menteri.

“Isu reshuffle kabinet jilid III bukan berdiri sendiri. Meskipun sudah dibantah sendiri oleh Jokowi,” kata Amir Hamzah di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

“Jadi, usai babak belur di Pilgub DKI, melalui karangan bunga itu framing Ahok agar bisa dapat kursi menteri. Ahok dan Ahoker berupaya untuk memoles agar terlihat ‘barang bagus’. Yang kalah mereka, yang ngirim mereka sendiri, dan untuk kepentingan mereka juga,” ungkap Amir.

Berdasarkan pantauan TeropongSenayan di Balai Kota, para pengirim karangan bunga tidak menyertakan identitasnya. Mereka umumnya hanya menuliskan sebagai fans Ahok lantaran belum bisa menerima kekalahan telak pujaannya tersebut dari Anies-Sandi.

Mayoritas karangan bunga sendiri berasal dari satu perusahaan penyedia jasa bunga yaitu, toko Istana Bunga.

Selain dari DKI, tidak sedikit juga pengirim bunga itu mengaku berasal dari luar kota, seperti Solo, Semarang dan Surabaya. Bahkan ada yang dari luar negeri, seperti Malaysia dan Selandia Baru.

Karangan bunga yang datang sejak hari Jumat (21/4/2017) lalu, itu hingga kini terus membludak. Karangan bunga itu ditempatkan di halaman, pendopo, selasar, Balairung, hingga trotoar Balaikota. Saking banyaknya, karangan bunga terlihat dipasang menumpuk.

“Informasinya sekarang sekitar 1.000 lebih karangan bunga, namun sedang didata dulu. Sama nanti ada tim, tapi informasi ke saya sudah ada 1.000 karangan bunga,” kata Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri dan Daerah (KDH dan KLN) DKI Jakarta Muhammad Mawardi, kepada wartawan, di Balaikota DKI Jakarta.

Karangan bunga yang datang dalam bentuk papan, buket, hingga standing flower. Mawardi belum mengetahui tindaklanjut yang akan dilakukan mengenai banyaknya karangan bunga ini.

“Untuk sementara belum ada perintah khusus dari gubernur. Nanti akan dikomunikasikan lagi,” kata Mawardi.

Sementara itu, Marwan, staf tata usaha Balai Kota DKI Jakarta mengatakan ada sekitar 750 bunga yang datang ke Balai Kota hingga pagi ini.

“Semalam ada 250 bunga yang datang. Hari ini diperkirakan ada 750 bunga, tapi belum dihitung dari yang diterima Pamdal,” kata Marwan.

Adapun karangan bunga itu diberikan kepada pasangan Ahok-Djarot yang kalah pada kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2017. Mereka memberi semangat bagi Ahok-Djarot yang kalah dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.(yn)

sumber teropongsenayan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here