JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Arus lalu lintas yang berada di depan Rumah Tahanan kelas I Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (9/5) malam, sempat mengalami kemacetan akibat massa pendukung terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, melakukan aksi orasi.

Seperti dikutip Antara, arus lalu lintas dari arah Klender menuju Jatinegara mengalami kemacetan lantaran massa berkumpul di depan Rutan Cipinang, Jalan Bekasi Timur Raya. Tak hanya itu, arus kendaraan yang berada di seberang jalan rutan Cipinang, tepatnya perempatan lampu merah juga mengalami kemacetan.

Hal itu disebabkan kendaraan yang akan menuju Jatinegara terpaksa memutar balik kendaraannya, sementara kendaraan dari arah Jatinegara menuju Klender dan kendaraan dari arah RS Persahabatan (rel kereta) juga mengarah ke Klender lantaran di depan rutan jalanan masih tertutup oleh massa.

Pertemuan kendaraan di persimpangan jalan itu menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan hingga satu kilometer. Namun, arus lalu lintas sedikit-sedikit terurai lantaran massa pendukung Ahok membubarkan diri setelah Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta yang juga pasangan Ahok di Pilkada DKI 2017, Djarot Saiful Hidayat, mendatangi mereka dan menyampaikan pesan dari Ahok.

Tak hanya memacetkan jalan, Ahokers juga sukses merusak tanaman di sekitar luar pagar penjara Cipinang. Keadaan tersebut diperparah dengan adanya sisa sampah yang berserakan hasil demonstrasi.

Massa pendukung Ahok berencana akan kembali menggelar aksi serupa, menuntut pembebasan Ahok di depan Rutan Cipinang, Rabu (10/5) mulai pukul 14.00 WIB. Padahal, Djarot sudah mengimbau para pendukungnya agar tidak melakukan aksi yang mengganggu ketertiban umum, termasuk menghambat lalu lintas ruas Jalan Bekasi Timur Raya yang berada di depan Rutan Cipinang.

“Kita tidak boleh mengganggu masyarakat melintasi jalan umum, kalau kalian cinta Pak Ahok,” kata Djarot.

Bahkan, Djarot menegaskan bahwa jika ada pendukung Basuki-Djarot yang melakukan tindakan mengganggu kekacauan umum hingga anarkis akan berhadapan dengan dirinya. “Kalau kalian anarkis, mengganggu orang, kalian akan berhadapan dengan saya,” ujar Djarot.

Sebelumnya, Ahok dijatuhi hukuman pidana dua tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara karena terbukti menodai agama dan sejak Ahok tiba di Rutan Cipinang pukul 12.01 WIB, massa pendukungnya berkumpul di depan rutan menuntut bertemu dengan Ahok. (Ant/icl)

 

Editor : Redaktur | teropongsenayan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here