Menerka konspirasi rezim antara HTI untuk FPI

0
156

 

oleh sendia

Awalnya HTI dijadikan tumbal untuk menjatuhkan FPI sebagai ormas oposisi pemerintah. beralasan ideologi padahal berlatar belakangkan politik.

peta politik akhir akhir ini beraromakan indonesia bersyariat. sebut saja jejak paling luar biasa adalah kekalahan ahok di pilgub jakarta 2017. kekalahan mutlak ahok diduga disebabkan karena ada spirit indonesia bersyaraiat.

dari sana maka ada usaha menjegal faham indonesia bersyariat.

seperti yang dikatakan di awal, sebenarnya keluarnya perppu ini slah satu rangkaian menjegal pengaruh FPI.

namun membubarkan FPI dengan undang undang yang ada tidak membuat kekuatan FPI habis. akhirnya perlu ada penekanan lebih luar biasa di aturan baru untuk memberangus FPI.

sedikit kilas balik… kasus kasus yang berkaitan dengan FPI. kasus isu chat palsu berhenti dan tidak dilanjut karena tidak dipercaya publik, kasus hukum chat pornografi serta kriminalisasi yang sempat ramai berhenti dan tidak dilanjut karena kebuntuan, akhirnya konspirasi pemenggalan FPI melalui HTI pun dimulai skenarionya.

mengapa HTI?

pasalnya HTI beitu gencar berkampanye secara vulgar tentang indonesia bersyariat secara apa adanya. terlalu jujur dan terlalu fundamental di jalur kampanye/ dakwah. ‘bug’ atau celah inipun dijadikan alasan pemerintah menerbitkan sebuah regulasi hukum darurat yaitu perppu.

HTI benar benar menjadi ikon ideologi indonesia beryariat. menurut logika rezim, kontradiksi ideologi HTI dengan pancasila merupakan bahan empuk untuk dijadikan bahan pembuatan undang undang untuk menghancurkan FPI sekaligus.

HTI dianggap jalan tanpa kerikil untuk mendorong pihak nasionalis mendukung perppu tersebut. terlebih dengan disebutnya JAT dan MMI dalam daftar nama ormas yang anti pancasila bahkan radikal.

di satu sisi HTI sebagai bahan, sedangkan JAT dan MMI sebagai bumbu untuk menghadirkan image di masyarakat bahwa deretan ormas tersebut sama sama radikal. akhirnya FPI kena tiga efek skenario perppu.

dalam perdebatan perppu selalu diulang bahwa perpu hanya akan dikeluakan karena keadaan darurat dengan tiga kondisi. dalam perdebatan tersebut HTI tidak memenuhi kondisi darurat secara ideologi.

yang disampaikan rezi tidak salah. rezim merasa ada keadaan darurat/ memaksa. Namun darurat dalam konteks politik bukan hukum, keamanan apalagi ideologi. ya karena FPI sudah mengguncang kekuatan politik rezim yang mengklaim sangat pancasila.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here