Anies terlalu cerdas untuk bisa dijatuhkan otak dikit (cebong)

0
36

Oleh Geisz Chalifah

Anggota DPRD dari PSI menemukan kejanggalan dalam RAPBD pemrov DKI Jakarta, sebagai partai pendukung Ahok yang menjadi pecundang dipilkada DKI, dendam mereka dirawat dengan baik, semua cara dilakukan untuk menghemburkan segenap kebencian mereka terhadap Gubernur yang telah mengalahkan junjungan mereka dengan telak.

Kekalahan dengan angka dua digit terasa pahit, bukan saja kekalahannya namun uang kampanye dari bohir partai untuk memenangkan Ahok demi menyelamatkan proyek reklamasi tentulah ada efek jangka panjang.

Jagat media sosial langsung gaduh, PSI dalam sementara waktu merasa menjadi pahlawan, menemukan anggaran aneh dan tentu saja akan bisa menjadi peluru untuk menyerang (menyalurkan kemarahan dan kebencian) pada Gubernur Anies Baswedan.

Satuhal yang tak pernah disadari oleh para kaum otak dikit itu adalah; Anies terlalu cerdas untuk bisa dihadapi mereka, Anies ternyata memamg menunggu anggaran itu aneh dijadikan bahan serangan.

Dalam waktu yang hanya berbeda jam setelah kegaduhan yang dibuat kaum pelanggar trotoar itu ramai dimedia. Potongan-potongan Video Gubernur DKI dalam rapat dengan seluruh SKPD yg mempreteli berbagai anggaran aneh tersebar dipublik. Rapat itu dilakukan tgl 23 Oktober jauh lebih dulu dari apa yg di ramaikan oleh anggota DPRD dari PSI.

Dalam waktu singkat PSI menjadi pahlawan kesiangan, ternyata Anies telah lebih dulu mengungkapkannya dan jauh lebih komprehensif.

Yang berbeda dari Anies adalah dia tak mau menjadikan kasus itu untuk dijadikan panggung bagi dirinya sebagaimana Ahok, dia tak jadikan kesalahan anak buah untuk dijadikan keuntungan politik.
Kesalahan2 itu diminta dikoreksi dan diperbaiki juga dengan ancaman agar tak terulang.

Anies bersikap sebagai petarung dia ingin memperbaiki keadaan bukan menjadi pecundang yang menari diatas kesalahan anak buah lalu mempermalukannya dipublik secara habis-habisan untuk kepentingan pribadi.
Anies “bersalah” karena dia bersikap sebagai sejatinya pemimpin bukan pemimpin bermental pecundang.

Dalam sisi lain adalah permasalahan E Budgeting yang selama ini menjadi borok dalam penyusunan anggaran namun terlanjur dianggap menjadi barang suci yang selalu didewa – dewakan sebagai bentuk transparansi.

Mempermasalahkan E Budgeting peninggalan regim Ahok akan langsung dicap sebagai cara untuk mengakali anggaran, tentu saja mereka kaum otak dikit menutup mata terhadap pembelian tanah milik sendiri di Cengkareng, Pembelian Busway yang mangkrak lalu dibakar secara diam-diam dan Pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras, banyak lagi kasus lainnya.

Kaum Otak Dikit pelanggar trotoar tak akan pernah mau mempermasalahkan semua yang janggal yang dilakukan Dewa pemarah junjungannya yang anti pada kaum miskin. Termasuk proyek LRT yang cuma berjarak 5,7 KM dan menelan biaya 6,5 T. Hanya untuk jalur yang sangat sepi penumpang antara Kelapa Gading – Rawamangun.

Keramaian yang bermula digaduhkan oleh PSI menjadi jalan untuk Anies mengungkap sejelas-jelasnya kebobrokan E Budgeting.

Dengan cara demikian pula Anies memiliki jalan untuk mengungkapkan perbaikan sistim penganggaran yang sedang dilakukan untuk di gunakan di tahun 2020 untuk RPAPBD tahun 2021.

Kaum Otak Dikit semakin menggelepar, serangan mereka untuk kesekian kalinya menjadi panggung untuk Gubernur menjelaskan secara detail kepada publik yang menjadi nilai positif tentunya bagi yang berfikir waras.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here