40 Menit Cukup Untuk Menyandera “Negara Israel”

0
93

Gaza – Pusat Informasi Palestina

+

Waktu 40 menit sudah cukup untuk membuat bingung entitas penjajah Israel dan semua sistemnya, terutama intelijen, agar meninjau kembali perhitungannya teerhadap Jalur Gaza dan para pejuangnya telah membuktikan bahwa “senjata” adalah bagian kecil dari pertempuran besar, terbuka, dan berkelanjutan yaitu “perang urat saraf “.

Ahad (1/12/2019), televisi aljazeera menayangkan program “What Hidden the Great”, terkait apa yang dilakukan perlawanan Palestina di Jalur Gaza setahun lalu di Khanyunis dalam operasi “mata pedang” (Edge of the Sword). Para analis dan pakar sepakat bahwa mitor intelijen Zionis telah gagal di Jalur Gaza dan perlawanan Palestina berhasil merealisasikan keberhasilan yang sangat besar.

Kesalahan fatal

Pakar urusan Israel Adnan Abu Amer mengatakan bahwa kegagalan Israel di Khanyunis, sebagaimana diungkapkan oleh aljazeera, adalah contoh nyata dari kesalahan fatal intelijen dan celah keamanan yang menjatuhkan mitos intelijen Israel.

Kegagalan terbesarnya terletak pada keberhasilan perlawanan di Gaza, yang terlibat dalam perang gerilya, dalam “menyandera seluruh negara” selama berjam-jam, setelah bertahun-tahun mempersenjatai diri dan dalam penyamaran, sehingga membangunkan Israel sebagai kekuatan yang lebih teroganisir dan lebih terlatih. Para pejuang perlawanan bertempur berhadap-hadapan dengan anggota super eltinya Israel dalam jarak dekat. Demikian dikatarakan Adnan Abu Amer.

Dia menyatakan bahwa operasi “mata pedang” adalah puncak gunung es untuk kesalahan keamanan Israel. Operasi ini mengisyaratkan adanya masalah dan ketidakseimbangan intelijen, ketidakpedulian para prajurit pasukan khusus dan para pemimpin mereka, berkontribusi pada munculnya keretakan dalam pekerjaannya, dan keteledoran dalam pengumpulan informasi tentang orang-orang tangguh yang mereka tunggu di jalan-jalan Gaza.

Lebih penting lagi, para pakar Israel mengakui bahwa mereka telah melihat detail baru dari apa yang disiarkan aljazeera yang belum pernah mereka ketahui sebelumnya.

Melalui jurubicaranya, Abdul Latif Qanu, Gerakan Perlawanan Islam Hamas mengatakan, “Operasi ‘mata pedang’ dan hasil keamanannya yang luas biasa akan tetap menjadi mimpi buruk bagi para pemimpin penjajah Israel.”

Abdul Latif Qanu mengatakan, operasi tersebut mencerminkan kewaspadaan dari para pejuang perlawanan dan kemampuan mereka yang tinggi untuk mengungkap rencana-rencana penjajah Israel dan kewaspadaannya meneropong mereka untuk menggagalkan dan menghancurkan tujuan-tujuan mereka.

Qanu membenarkan bahwa larangan dari Pengawas Militer Israel untuk mengungkap setail peristiwa ini menunjukkan besarnya pukulan, kondisi goncangan, dan keterkejutan yang menghantam sistem keamanan penjajah Israel.

Program yang disiarkan aljazeera ini mengungkap kesaksian-kesaksian, bocoran-bocoran dan petikan-petikan terbatas operasi penyusupan satuan khusus Israel ke Jalur Gaza. Serta kegagalan mereka dalam menanam sistem mata-mata untuk menembus jaringan komunikasi perlawanan di Jalur Gaza.

Program yang disiarkan aljazeera tersebut menampilkan para insinyur al-Qassam yang mampu dan berhasil menembus perangkat satuan khusus Israel dan mengendalikan rekaman mereka, sehingga memungkinkan perlawanan untuk mengidentifikasi elemen-elemen satuan khusus Israel tersebut, bahkan tempat pelatihan, peran dan perjalanan mereka. Penyeledikan membutikan bahwa satuan khusus Israel tersebut menggunakan peralatan yang dimasukkan ke Jalur Gaza melalui kedok organisasi kemanusiaan internasional.

Perang sengit

Peneliti masalah militer dan keamanan Rami Abu Zubaydah mengatakan bahwa siaran aljazeera tersebut telah mengklarifikasi beberapa fitur perang intelijen yang sengit antara perlawanan dan penjajah Israel dalam skala yang lebih besar.

Dia juga menegaskan bahwa jaringan komunikasi perlawanan, yang berarti informasi penting, rencana, keputusan dan arahan, telah membuat penjajah Israel mengalami kebutaan intelijen. Bahkan ternyata perang tersembunyi ini adalah dasar dan titik awal untuk perang lain. Dan lebih jauh lagi, penjajah Israel melemparkan semua mata-mata intelijennya melawan perlawanan di Gaza.

Dia menyatakan bahwa program aljazeera ini menunjukkan bagaimana penjajah Israel beserta para jenderal, para analis dan para peneliti senior mereka terpana, belum bisa bangun tersadar dari kengerian kekecewaan Israel.

Dia menjelaskan bahwa empat puluh menit telah menunjukkan kemampuan al-Qassam untuk mengatasi rencana musuh dan ancaman keamanan dengan cepat, baik di bidang militer di lapangan atau intelijen dan keamanan, melalui prediksi dan penilaian yang cepat dan akurat tentang situasi, jenis bahaya, tujuan dan untuk mencegah musuh melarikan diri atau melakukan kejahatan mereka di sebelah timur Khanyunis. Pimpinan al-Qassam telah mengambil keputusan untuk membalas setelah menggagalkan Pasukan Khusus Israel membunuh komandannya, sekaligus memberi isyarat kepada Panglima Tertinggi Israel dimulainya pelaksanaan serangan ke target berawak.

Abu Zubaydah menjelaskan bahwa keheningan intelijen bagi perlawanan adalah untuk mewujudkan perimbangan antara yang penting dan yang paling penting, itu adalah tugas yang sangat akurat, membutuhkan kontrol saraf dan akurasi evaluasi, membongkar benang-benang operasi, menghasilkan informasi intelijen yang diarahkan pada musuh untuk membingungkan dan menipunya, mengaburkan dan kemudian membongkar dan menghancurkan gengsinya, serta memperkuat inkubator rakyat. Operasi “Mata pedang” membuktikan kecerdasan pikiran al-Qassam dan kemampuan mereka yang luas serta pengetahuan mereka akan psikologi dan sifat internal musuh.

Dia menyatakan bahwa al-Qassam telah menemukan banyak peralatan dan sarana intelijen yang digunakan musuh di Jalur Gaza, para insinyur al-Qssam mampu menembus sistem satuan khusus Zionis dan mengakses ke informasi khususnya, dan terus bekerja secara terus menerus untuk mengekang dan memukul kemampuan musuh. “Semua itu karena keunggulan intelijen perlawanan dan peralatan teknis, yang dibentuk sesuai dengan persyaratan mereka sebagai faksi perlawanan.

Abu ubaydah membenarkan bahwa program yang disiarkan aljazeera tersebut mengejutkan pihak Israel karena mengungkap poin-poin kelemahan penjajah Israel dan beberapa rahasianya. Ini sekaligus untuk mengatakan kepada pimpinan musuh bahwa kami dapat mendeteksi dan menggagalkan rencana kalian, mencegah kalian untuk mengejutkan kami. Dia mengisyaratkan sejumlah besar informasi yang terkonfirmasi yang diperoleh oleh al-Qassam tentang musuh dan niatnya, yang memungkinkan bahwa al-Qassam untuk menggagalkan rencana musuh dan menentukan waktu dan tempat yang tepat untuk mengejutkan musuh dengan apa yang tidak dia diprediksi. (was/pip)

Baca lebih lanjut di
https://melayu.palinfo.com/13913
@Copyright Pusat Informasi Palestina,All right reserved

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here