Al-Qassam – www.alqassam.net :

Haji Abd Al-Latif Ayyash, ayah dari insinyur Qassami pertama, komandan Asy Syahid Yahya Ayyash, meninggal malam ini. 14 Desember 2019.

www.alqassam.net  menyatakan bahwa Haji Abdul Latif Ayyash, dari desa Rafat di distrik Salfit di Tepi Barat yang diduduki, meninggal hari ini setelah perjuangan panjang dengan penyakitnya, dan otoritas pendudukan mencegahnya dari perawatan, dengan alasan keamanan.

Dukungan bagi  gerakan Hamas dari Haji “Abd al-Latif Ayyash”, ayah dari insinyur Asy syahid Yahya Ayyash, yang meninggal hari ini. Memberikan banyak sumbangsih secara penuh  kepada bangsa dan Umat Islam.

 “Hari ini, ketika kita meratapi Haji Abd al-Latif, kita ingat efek baik yang dia berikan kepada Palestina dan bangsanya, yakni insinyur Asy syahid Yahya Ayyash, yang membuka garis jihad yang diberkahi untuk membela rakyat  dan hak-haknya dari  kejahatan  penjajahan zionis Israel  terhadap rakyat Palestina dalam pembantaian di masjid  Ibrahimi.”

Operasi Insinyur

Berikut ini adalah operasi paling menonjol yang dilakukan oleh Brigade Qassam, dengan rencana dari insinyur Qassamiyyah pertama, Yahya Ayyash:

April 1994:  Asy Syahid Raid Zakarnih meledakkan sebuah bom mobil di dekat sebuah bis Zionis di kota Afula, menewaskan delapan orang dan melukai setidaknya tiga puluh orang. Hamas mengatakan: Serangan itu adalah respon pertama terhadap pembantaian jamaah di Masjid Ibrahimi di kota Hebron.

April 1994: Seorang Mujahid Hamas, Asy Syahid Ammar Amarneh umur 48 tahun, meledakkan sebuah alat peledak yang telah ia pasang di tubuhnya di dalam sebuah bis di kota Hadera, di dalam wilayah pendudukan ; menewaskan 5 dan melukai puluhan lainnya.

Oktober 1994: Asy Syahid Saleh Nazzal – seorang mujahidin Qassam – meledakkan dirinya di dalam bis penumpang di Jalan Dizengoff di Tel Al-Rabi ’Tel Aviv, menewaskan 22 dan melukai sedikitnya 40 lainnya.

Desember 1994: Asy Syahid Osama Radi – seorang polisi Palestina dan anggota rahasia Brigade Qassam – meledak di dekat sebuah bis yang membawa pasukan udara Zionis – di Yerusalem dan melukai 13 tentara.

April 1995: Hamas dan Jihad Islam melakukan dua serangan terhadap pemerkosa di Jalur Gaza, yang menyebabkan terbunuhnya 7 Zionis.

Januari 1995: Dua Mujahidin Palestina meledakkan diri di sebuah stasiun militer di daerah Beit Lid dekat Netanya, menewaskan 23 tentara dan melukai empat puluh lainnya, dalam serangan yang digambarkan sebagai yang paling kuat dari jenisnya, dan sumber militer Zionis mengatakan pada saat itu: Investigasi menunjukkan adanya Sidik jari insinyur dalam memasang perangkat peledak improvisasi (IED).

Juli 1995: Seorang pejuang dari kelompok mahasiswa Muhandis, Yahya Ayyash, yang berafiliasi dengan Brigade Izz al-Din al-Qassam, meledakkan sebuah alat peledak yang telah melekat pada tubuhnya di dalam sebuah bis penumpang Zionis di Ramat Gan, dekat Tel Aviv, menewaskan 6 orang dan melukai 33 lainnya.

Agustus 1995: Serangan gerilya lainnya menargetkan bis penumpang Zionis di lingkungan Ramat Ashkol di Yerusalem yang diduduki; menewaskan 5 orang dan melukai lebih dari 100 orang lainnya, dan murid-murid insinyur, Yahya Ayyash, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Agustus 1995: Serangan gerilya lainnya menargetkan sebuah bis penumpang di lingkungan Ramat Eshkol, Yerusalem yang diduduki, yang mengakibatkan kematian 5 orang dan melukai puluhan lainnya, dan para siswa insinyur itu, Yahya Ayyash, telah mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Dan menurut apa yang sudah dikonfirmasi sumber-sumber Zionis;

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here