إِنَّكُمْ رَضِيتُم بِالْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَاقْعُدُوا مَعَ الْخَالِفِينَ

“Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi (berperang) sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut (berperang)”. (at-Taubah: 83)

• Berhati-hatilah meninggalkan kewajiban amal saleh yang kamu mampu melakukannya, karena bisa mengakibatkan hukuman berupa tidak mampu melakukan amal-amal saleh yang lainnya.

• Setan menyediakan banyak alasan untuk tidak berkontribusi dalam amal-amal dakwah dan kebaikan:

• Alasan cuaca:

لَا تَنفِرُوا فِي الْحَرِّ ۗ
“Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. (at-Taubah: 81)

• Alasan sibuk mengurusi keluarga dan bisnis:

شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا
“Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami”. (al-Fath: 11)

• Alasan keamanan:

يَقُولُونَ إِنَّ بُيُوتَنَا عَوْرَةٌ وَمَا هِيَ بِعَوْرَةٍ ۖ إِن يُرِيدُونَ إِلَّا فِرَارًا
“Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)”. Padahal rumah-rumah itu tidak terbuka, mereka hanyalah hendak lari”. (al-Ahzab: 13)

• Alasan krisis kepemimpinan dan minim dana:

قَالُوا أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُ الْمُلْكُ عَلَيْنَا وَنَحْنُ أَحَقُّ بِالْمُلْكِ مِنْهُ وَلَمْ يُؤْتَ سَعَةً مِّنَ الْمَالِ
“Mereka menjawab, “Bagaimana Talut memperoleh kerajaan atas kami, sedangkan kami lebih berhak atas kerajaan itu daripadanya, dan dia tidak diberi kekayaan yang banyak”. (al-Baqarah: 247)

• Semua itu hanyalah alasan yang dibuat-buat oleh orang yang sedang mengalami krisis hati (ازمة قلبية). Jika hati sehat, tidak ada beban yang terasa berat. Jika hati sakit, tugas kewajiban yang ringan pun terasa sangat berat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here