Home Blog Page 3

Jokowi takut dengan kaos #2019gantipresiden???

0

KAOS GANTI PRESIDEN

***

Bisakah kaos mengganti Presiden? Itulah pertanyaan Presiden tercerdas di dunia.

Begini jawabannya Pak Presiden.

Saat rakyat Thailand muak dengan pemerintahan korup PM Thaksin Sinawatra, rakyat bergerak dengan kaos merah dan membanjiri juga melumpuhkan ibukota bangkok, Thaksin akhirnya terguling.

Saat kampanye pilpres Taiwan 13 tahun yang lalun, capres Shiu Bian membuat gerakan simpatik dengan kaos dan mengantarkannnya menjadi presiden taiwan, kaos adalah simbol sakti politik.

Saat Benitto Mussolini ingin menggulingkan pemerintahan italia dan ingin menggantikannya dengan gerakan fasis, Mussolini dan ribuan pendukungnya keluar dengan kostum hitam kaos dan kemeja seragam, yang akhirnya tanpa perang, penguasa italia waktu itu menyerahkan kekuasaannya kepada Mussolini, kaos politik itu simbol yang kuat.

Kaos ganti presiden indonesia juga demikian.

Kaos ganti presiden adalah pesan politik rakyat kepada pemerintah, bahwa penguasa saat ini tidak layak dan dibawah standar.

Kaos ganti presiden adalah gerakan moral politik rakyat yang merupakan klimaks dari kesemrawutan bangsa dibawah Jokowi.

Kaos ganti presiden adalah orasi non verbal rakyat kepada rezim bahwa rezim ini harus dijatuhkan.

Kaos ganti presiden adalah simbol muak nya rakyat kepada penguasa yang telah menjerumuskan negara kedalam keterpurukan multidimensi.

Kaos ganti presiden adalah sinyal penarikan mandat rakyat kepada jokowi yang secara langsung melemahkan posisi nya sebagai eksekutif.

Kaos ganti presiden adalah ultimatum rakyat kepada penguasa akan buruknya kualitas rezim yang sedang menahkodai indonesia saat ini.

Kaos ganti presiden adalah pesan memalukan rakyat kepada penguasa, mengingat kaos ini marak di indonesia padahal masa jabatan jokowi periode pertama saja belum selesai, rakyat kasih sinyal 1 periode aja ogah apalagi 2 periode.

Kaos ganti presiden adalah maklumat terbuka dan perang urat saraf antara rakyat yang memiliki mandat dan jokowi yang diberi mandat, rakyat secara gak langsung menyampaikan pesan perlawanan, dan mandat tersebut benar benar akan dicabut 2019 nanti dari tangan jokowi.

Kaos ganti presiden adalah kode keras rakyat kepada rezim bahwa sudah saatnya kekuasaan politik ditangan para perusak harus segera diakhiri dan jokowi dipecat.

Kaos ganti presiden adalah ekspresi perasaan rakyat dan perasaan alam bawah sadar rakyat yang spontan juga masif yang ingin mengakhiri kejahiliahan rezim saat ini, dan ini legal secara hukum, konstitusi, juga legal secara logika dan nalar demokrasi.

Kaos ganti presiden menyisyaratkan pembangkangan nasional yang akan ditransfer lewat kotak kotak suara 2019 nanti, untuk benar benar melengserkan rezim saat ini yang super jahil dan tidak cakap sama sekali.

Jadi, kalau ada yang bertanya lagi, apakah kaos bisa mengganti presiden? Jawabannya 100% bisa, dan 2019 adalah momentumnya, lewat kaos sederhana ini rakyat akan mencetak sejarah baru indonesia.

Lewat kaos sederhana ini, rakyat akan mengambil keputusan politik besar agar negara ini kembali ke koridornya, lewat kaos ini rakyat akan menyingkirkan para perusak dan para pembajak NKRI.

Kaos ganti presiden akan menjadi saksi delegitimasi politik besar besaran terhadap jokowi dan pelemahan posisi eksekutif, juga saksi pengadilan rakyat yang akan menghukum rezim ini seberat beratnya tahun depan.

Tengku Zulkifli Usman.

Di tuding Maling marah

0

Tapi Gaji lu 40 juta. Aset lu 40M. Jadi elite baru 4 tahun. Warisan gak ada. Duit lu jatoh dari langit?

Ditutup, Kongres Umat Islam Wajibkan Memilih Pemimpin Islam

0

Kongres Umat Islam (KUI) Sumatera Utara 2018 resmi ditutup, Minggu (1/4). Dari kongres tersebut memuat sejumlah keputusan penting, salah satunya terkait dengan keputusan politik.

Dari 37 Ormas Islam yang mengikuti kongres, seluruhnya sepakat untuk memilih kepala daerah yang beragama Islam. Dalam salinan putusan kongres disebutkan kalau umat Islam wajib memenangkan pemimpin yang kriterianya sesuai Alquran dan Sunah.

“Umat Islam didorong berperan aktif dalam bidang politik. Jadi jangan ada lagi Badan Kenaziran Masjid (BKM) yang enggan berbicara politik dalam masjid. Jangan ada lagi para mubaligh yang buta tentang politik,” ujar Ketua Panitia Kongres Masri Sitanggang usai penutupan KUI Sumut, Minggu (1/4).

Tidak hanya kepala daerah, kongres juga membahas soal pemilihan legislatif mulai dari daerah hingga ke pusat. Pileg harus dijadikan agenda umat Islam untuk berpartisipasi dalam politik.
“Kongres juga mendorong agar Pancasila dan UUD benar-benar diamalkan,” katanya.

Poin yang tak kalah penting, kongres membahas soal ekonomi. Dewasa ini umat Islam masih kalah dalam sisi ekonomi. Terlihat alat-alat produksi yang dimiliki oleh orang lain. Kongres memutuskan agar Ormas Islam dan pengusaha muslim membuat usaha syariah. Misalnya membentuk koperasi swadaya ormas dan usaha lainnya.

Terakhir, Kongres juga membahas soal penguatan peran wanita. Dalam pembahasannya, ormas wanita Islam meminta agar Kementerian Pendidikan untuk menambah jam pelajaran agama Islam.

Kongres sudah berjalan sejak hari Jumat (30/3). Dimana para tokoh nasional seperti Amien Rais, Yusril Ihza Mehendra dan Bachtiar Chamsyah hadir dalam kongres. Ribuan umat Islam dari berbagai organisasi dan daerah juga ikut dalam Kongres di Asrama Haji Medan itu.

sumber jawapos

Keren! Disulap Anies, Penampakan Kampung di Pinggir Danau Sunter Mengundang Decak Kagum

0
Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan membuka gerakan kampung warna warni di Danau Sunter II, Jalan Danau Sunter Selatan, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
“Kita akan mulai peremajaan kampung dimulai dari sini, dari Danau Sunter, dengan suasana yang indah dan menyenangkan warga akan semakin produktif melakukan hal yang positif,” kata Anies Sabtu 24 Maret 2018 di Posko Olahraga Air Danau Sunter II.
Dalam kesempatan itu Anies juga menandatangani kesepakatan bersama yang merupakan bentuk CSR dari salah satu perusahaan cat. Gerakan masyarakat untuk menuju Jakarta yang maju kotanya dan bahagia warganya.
Kegiatan mengecat dinding sheet pile sekitar danau kemudian dilanjutkan dengan mengecat rumah penduduk warga di Kelurahan Sunter Jaya.
Anies juga turut menebar benih ikan nila sebanyak 1.500 ekor di danau tersebut dengan diikuti sekitar 1.000 orang dari murid SMK, PPSU, komunitas mural, personel Kolinlamil, mahasiswa IKJ dan warga di Jakarta Utara.

ARAHAN STRATEGIS HABIB RIZIEQ DARI MEKAH

0

Oleh : Fahmi M.S Kartari

(Sutradara Film Dokumenter & Pemerhati Sosial Politik)

Ternyata memang betul, tidak ada kejenuhan politik selama tiga bulan bergulirnya tahun 2018 yang diperkirakan tahun panas politik di dalam negeri. “Jual beli” tekanan dari kubu-kubu yang berlawanan bukan hanya dalam tensi yang kian meninggi tapi juga dalam “akselerasi pukulan” yang memaksa publik penyimak untuk riuh dalam pendapat dan reaksi.

Kubu yang mengusung kembali jargon dua periode baru saja membuka bocoran strategi kamuflase yang menggunakan label 212, GNPF dan BEM (emak-emak militan) dalam arti yang dipelesetkan. Kubu lawannya yang kadung antipati, menganggap pilihan strategi tersebut sebagai imitasi yang memalukan, sebab di masa lalu kubu ini kelewat alergi oleh label-label tersebut.

Kubu lawan dimaksud yang tidak menghendaki Presiden Joko Widodo melanjutkan dua periode, juga mendapat amunisi dalam arena strategi yang sama untuk membalasnya seperti saat sekelompok aktivis menghimpun cukup besar massa untuk mencanangkan keinginan mengganti presiden secara konstitusional melalui mekanisme pilpres tahun 2019.

Akibat aksi lawannya, tekanan di kubu pengusung dua periode jelas terasa, buktinya sebatas keinginan yang wajar sebagai warga negara saja, dianggap ilegal dan melanggar hukum. Sikap tanpa logika hukum semacam itu dianggap sebagai bukti kepanikan dan paranoid terhadap kekalahan, demikian cemoohan massal dalam menanggapinya dengan segala bentuknya.

Belum juga tuntas menangani keinginan pergantian presiden secara sah, informasi yang beredar diwaktu yang berdekatan sudah kian menambah tekanan tanpa bermaksud sporadis yaitu mendaftarnya mantan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo ke partai Gerindra yang bersedia diusung sebagai Presiden RI dan arahan paling ditunggu-tunggu oleh Umat Islam dari Habib Rizieq Shihab yang berada di Mekah, Arab Saudi.

Poin menarik dari sisi Gatot Nurmantyo yang mulai dibayangkan sebagai alternatif calon presiden, masih ada waktu untuk menampung lebih banyak opini publik dan analisis politik hingga nanti menentukan kepastiannya. Sedangkan arahan Habib Rizieq Shihab tentang koalisi partai Gerindra, PAN, PKS, PBB dan kemungkinan partai lainnya yang berhaluan sama, adalah gagasan yang besar dan bernilai strategis, maka harus secepatnya diperhitungkan untuk proses kesepakatan koalisi sebelum menentukan kandidat presiden dan wakilnya.

Publik tidak pernah lupa bahwa Habib Rizieq adalah faktor penting dalam kemenangan Anies-Sandi di pilgub DKI Jakarta. Masyarakat yang banyak mendukung Anies-Sandi, sesaat setelah hasil perhitungan cepat, berpendapat penuh keyakinan bahwa mengikuti Ulama yang lurus dalam memilih pemimpin yang baik dan tepat, terbukti membawa kemenangan.

Di sini sebetulnya masalah penggunaan label-label kamuflase imitasi akan tersulitkan sendiri ketika nantinya arahan Habib Rizieq disambut baik oleh partai-partai yang didukung Umat Islam atas dasar tidak memihak pada kubu yang pernah mendukung disahkannya Perppu No.2 Tahun 2017 yang merugikan ormas dan Umat Islam.

Memori 212 dalam sejarah yang nyata dan kemenangan pilgub DKI Jakarta pada 2017, hampir pasti menjadi “titik kumpul” massa yang lebih besar lagi atas akumulasi kekecewaan terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo yang dianggap gagal dengan beberapa kebijakanya.

Dalam ukuran-ukuran massa, pendukung Partai Gerindra masih loyal ditambah dengan massa pendukung Prabowo Subianto non partai yang energinya masih sama dengan pilpres 2014. Sedangkan PAN dan PKS, pendukung setianya relatif besar pada kalangan muda dan peran tokoh-tokoh seniornya yang berpengaruh.

PBB sebagai nama lama dengan energi baru, besar kemungkinan mendapat dukungan “balas jasa” setidaknya secara moril dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) atas peran Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum yang memenangkannya di pengadilan dalam kasus pembubaran sepihak oleh pemerintah. Dukungan moril itu juga menguat pada rasa persaudaran walaupun HTI tetap pada pendiriannya dalam memandang sistem demokrasi.

Masa depan strategis koalisi partai arahan Imam Besar Front Pembela Islam tersebut sudah hampir pasti mendapat jaminan dukungan massa dari alumni 212 dan pendukungnya yang tidak goyah sedikitpun oleh upaya diskredit dan pembunuhan karakter dari lawan politiknya. Terbukti, komunikasi massa khas Habib Rizieq mudah diterima dan berhasil disetujui dalam waktu cepat.

Betapa kuatnya ketergangguan lawan-lawan politiknya dalam menerima isu ini dan pastinya kegagalan menahan dan memproses kasus hukum Habib Rizieq akan semakin disesali karena pengaruhnya terhadap massa ternyata masih ada dan besar! Bisa jadi dengan arahan strategis dari Mekah yang mudah ditafsirkan, akan lebih banyak yang menyetujui agar Habib Rizieq tetap berada jauh dengan komando yang efektif seperti itu.

Bukan berarti juga koalisi arahan Habib Rizieq ini dibiarkan leluasa, kubu pengusung dua periode akan terfokus pada poin ini daripada poin Gatot Nurmatyo. Jelas akan memaksa manuver politik bernada gelisah yang siap direspons dengan adu kecerdikan dari “titik kumpul” massa yang kian merapat dan membesar.

Bagi sejumlah partai yang diarahkan oleh Habib Rizieq, mereka harus membawa catatan pengingat pesan koalisi itu sendiri, perkembangan reaksi dan pendapat massa yang menentukan di pilpres 2019. Semua catatan itu harus sering-sering dibaca karena tentu setelah adanya isu politik yang kuat semacam ini, akan ada bisikan-bisikan politis yang membujuk untuk menolak koalisi tersebut atau sebaliknya meminta untuk diajak dalam koalisi. Dalam hal apapun, jangan abaikan catatan pendapat publik yang cerdas yang lembar-lembarnya terus bertambah.

(26 Maret 2018)