Pagi hari pada 21 Agustus 1969, seorang ekstremis Australia bernama Denis Michael Rohan membakar Masjid Al-Aqsha.
Api menghancurkan sebagian besar bangunan selatan masjid, termasuk mimbar bersejarah abad ke-12 hadiah dari Shalahuddin Al-Ayyubi dan bagian interior lainnya. Insiden ini menimbulkan kemarahan di dunia Muslim dan menjadi titik balik politik regional.
Peristiwa ini memicu kemarahan dunia Islam secara luas dan menjadi latar belakang utama didirikannya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang dibentuk khusus dengan agenda awal melindungi Masjid Al-Aqsa dan mendukung kemerdekaan Palestina.
Bagi umat Islam, Masjid Al-Aqsa adalah masjid suci ketiga, dan tempat Isra’ Mi’raj Rasulullah dan tanah para nabi. la adalah simbol kehormatan dan inti identitas lebih dari 2 (dua) miliar Muslim di dunia.
Karena itu, setiap agresi, pembatasan ibadah, atau kerusakan terhadapnya adalah serangan langsung kepada umat Islam dan provokasi serius terhadap keyakinan dan kemuliaan Islam dan dirasakan langsung sebagai luka emosional oleh seluruh Muslim di berbagai belahan dunia.
Kami menyerukan kepada para pemimpin, lembaga, dunia Islam, dan semua pecinta keadilan untuk mengambil langkah tegas dan nyata demi menghentikan rencana berbahaya ini. Melindungi Masjid Al Aqsa adalah amanah besar, kewajiban sejarah, dan tanggung jawab kita bersama.


