Jadilah ibu seperti mereka…

Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya. Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar. Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih. Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.

Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an. Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu. Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.

Jadilah ibu seperti mereka…

Jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah. Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu. Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.

Jadilah ibu seperti mereka…

Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya. Seperti Ummu Habibah. Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya. Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya: “Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu. Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu. Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya. Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin!”.

Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i .

Jadilah ibu seperti mereka…

Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman. Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak. “Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan. Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani. Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As Sudais

Jadilah ibu seperti mereka…

Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses. Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu. Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu. Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri. Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor. Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia. Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.

TOKOH TIONGHOA MUSLIM HANNY KRISTIANTO: “AGAMA SAYA MELARANG PILIH PEMIMPIN SEPERTI AHOK!”*

Kamis, 07 April 2016  DKI 2017

Bismillah.

Respon atas beberapa pihak yang mengklaim dirinya seolah-olah seorang Muslim dengan bangga memperlihatkan dukungannya terhadap Ahok.

Maaf ya jika ada yang tersinggung. ini bukan sara.. saya juga ada keturunan darah Cina nya kok.. Tidak ada SaRa dalam ajaran Islam, semua anak Adam, bukan anak Tuhan karena Tuhan kami tidak beranak apalagi diperanakkan. Subhanallah..

Bapak saya Jawa, ibu WNI keturunan Cina, berhubung saya muslim, jadi di kitab suci saya, tepatnya di surat Ali Imran ayat 28, saya dilarang pilih pemimpin seperti Ahok.

Ingat ini bukan sara, ini soal keyakinan, pilihan dan ajaran agama. Kami umat muslim punya hak sepenuhnya menjalankan ayat tersebut, dan punya kewajiban untuk mengingatkan sesama umat Islam yang terlena dan gak sadar ada perintah Allah tersebut..

Singkat saja, kenapa anda menikah? kok gak kumpul kebo aja? pasti karena di kitab suci disuruhnya menikah. Demikian pula urusan memilih pemimpin..

Jadi hargailah pilihan politik sesuai keyakinan kita.. dan menjalankan apa yang di ajarkan di kitab suci kita adalah hak kita sebagai umat muslim.

Sama halnya seperti kita tidak melarang anda untuk merayakan natal, waisak, nyepi dll..

Jangan bilang kita yg mulai bawa bawa agama duluan ya..

Soalnya ada tim kampanye si Ahok yg non muslim, pura pura pake jilbab jadi muslim, untuk mengelabuhi pemikiran umat muslim lainnya bikin tulisan “saya muslim dan saya pilih ahok”.

Mereka yang mulai duluan, asal kalian tau ini bentuk propaganda busuk..

Kalo sekedar bikin tulisan, siapapun bisa asal sesuai fakta seperti ini, bukan katanya..

Kalo bingung lantas siapa calon pemimpin yang mumpuni?

Saya gak khawatir, meskipun belum memutuskan mau milih siapa, tapi saya sudah tau ada Yusril Ihza Mahendra, Sandiaga Salahuddin Uno dan Adhyaksa Dault yang dari dulu sudah hebat bahkan sebelum Ahok belum ada apa apanya dan terbuka sedikit demi sedikit kebohongannya..

Calon pemimpin selain Ahok mereka sudah hebat tanpa dibantu pencitraan media yang berat sebelah.

Kalau ahok kan sudah jadi rahasia umum dia terkenal karena bantuan pencitraan media media yang tidak netral belakangan ini.. intinya kita tidak kekurangan calon pemimpin muslim yang bagus kok!

Jadi himbauan untuk anda umat muslim di jakarta untuk tidak memilih Ahok datangnya bukan dari FPI atau Habib Rizieq, melainkan datangnya dari KITAB SUCI Al-QURAN….

Jadi berhentilah menyalahkan, mengkambing hitamkan FPI dan Habib Rizieq atau Ustad-ustad lainnya karena mereka hanya mengingatkan umat islam lainnya dan mendukung GMJ..

Barakallahu fiikum..
Allahu Akbar !!!

Hanny Kristianto

*dari status fb Hanny Kristianto, Sekjen Mualaf Center Indonesia (06/04/2016)

http://www.portalpiyungan.com/2016/04/cina-muslim-agama-saya-melarang-pilih.html?m=1

Copas dr tetangga………
KEWAJIBAN BAGI ORANG YANG MENGAKU ISLAM

Yang mengaku Orang Islam. Tolong Camkan ini…, Sebelum Azab Allah Menimpa Karena Tidak Mengindahkan Peringatan Allah di Dalam Al Qur’an:

1. Al-Qur’an Melarang Jadikan orang Kafir Sebagai PEMIMPIN.
QS.Ali Imraan: 28,
QS.An-Nisaa’: 144,
QS.Al-Maa-idah: 57.

2. Al-Qur’an Melarang Menjadikan orang Kafir Sebagai PEMIMPIN Walau KERABAT Sendiri.
QS.At-Taubah: 23,
QS.Al-Mujaadilah: 22,

3. Al-Qur’an Melarang Menjadikan orang Kafir Sebagai TEMAN SETIA.
QS.Ali Imraan: 118,
QS.At-Taubah: 16.

4. Al-Qur’an Melarang SALING TOLONG dg kafir yg akan MERUGIKAN umat islam.
QS.Al-Qasshash: 86,
QS.Al-Mumtahanah: 13.

5. Al-Qur’an Melarang MENTAATI orang kafir untuk MENGUASAI Muslim.
QS.Ali Imraan: 149–150.

6. Al-Qur’an Melarang beri PELUANG kepada orang kafir sehingga MENGUASAI Muslim.
QS.An-Nisaa’: 141.

7. Al-Qur’an Memvonis MUNAFIQ kepada muslim yg menjadikan kafir sebagai pemimpin.
QS.An-Nisaa’: 138–139.

8. Al-Qur’an Memvonis ZALIM kepada muslim yg menjadikan kafir sebagai pemimpin.
QS.Al-Maa-idah: 51.

9. Al-Qur’an Memvonis FASIQ kepada muslim yg menjadikan kafir sebagai pemimpin.
QS.Al-Maa-idah: 80–81.

10. Al-Qur’an Memvonis SESAT kepada muslim yg menjadikan kafir sebagai pemimpin.
QS.Al-Mumtahanah: 1.

11. Al-Qur’an Mengancam AZAB Bagi yg Jadikan Kafir Sebagai Pemimpin/ Teman setia.
QS.Al-Mujaadilah: 14–15.

12. Al-Qur’an Mengajarkan Doa Agar Muslim Tidak Menjadi SASARAN FITNAH kaum Kafir.
QS.Al-Mumtahanah: 5.

Ya Allah, Ya Robb, Ya Tuhan kami, sungguh Telah kami sampaikan FirmanMu. Kami Memohon ampun serta Berlindung kepadaMu.

Silahkan share, untuk Menyelamatkan Saudara2 kita yg belum Mengetahuinya.
*Bagi muslim semua sdh jelas aturannya sehingga urusannya tinggal ke Islaman kita lah yg diuji, apakah kita termasuk orang sesat, munafik, fasik atau muslim kaafah?

Kun Shohabiyyan (Bagian 1)

Jadilah Sahabat Nabi(صلى الله عليه و سلم), Dr.Roghib As-Sirjani

Sumber : Kajian Dr.Roghib As-Sirjani yg ditranskrip oleh tim dari situs islamweb.com

Penterjemah : Abu Sayf Al-Indunisiy

Generasi yg Unik

Allah memilihkan bagi nabiNya, Muhammad shollAllôhu ‘alaihi wa sallam, sahabat² yg mulia lagi baik. Mereka(para sahabat) mengambil ad-dîen darinya(Muhammad shollAllôhu ‘alahi wa sallam) kemudian menyampaikannya kepada generasi² setelahnya. Allah telah mentazkiyah mereka dalam banyak ayat Al-Qur’an Al-Karîm. & mereka berhak untuk itu karena mereka memang generasi paling utama secara muthlak. Allah telah memerintahkan kita u/ mengikuti(meneladani) mereka, & berjalan diatas manhaj mereka. Hati mereka adalah sebaik-baiknya hati, ilmu mereka adalah sedalam-dalamnya ilmu, mereka paling sedikit takalluf¹(memberat-beratkan dlm hal agama). Mencela mereka (sama dengan)mencela ad-dîen. Menghormati & mengagungkan mereka merupakan pengagungan terhadap ad-dîen.

___________________________

¹ Takalluf = maksudnya adalah banyak bertanya, & mencari-cari tahu hal² yg tersembunyi maknanya & blm bisa dipahami(ghômidh)/kurang jelas, yg mana hal tsb tidak seharusnya dicari tau ttg itu. Para sahabat mengambil zhôhir syari’at, & menerima apa adanya apa yg datang dr syari’at. [lihat Lisânul ‘Arob(Dârul Ma’ârif), Ibnul Manzhûr.hal.3917]

Kedudukan Sahabat dlm Islam

أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah SWT, kita memujinya, memohon pertolongan kepadanya, memohon ampun kepadanya, meminta hidayah kepadaNya, & kita berlindung kepada Allah dari kejahatan² jiwa kita, dari kejelekan² amal kita. Barangsiapa yg Allah beri hidayah, maka tidak ada yg bisa menyesatkannya. & barangsiapa yg Allah sesatkan, maka tidak ada yg bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah saja, tiada sekutu bagiNya, & saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba & rasulNya, semoga shalawat & salam selalu terlimpah keatas beliau, keluarganya, & para sahabat seluruhnya.

amma ba’du..

Ini adalah sekumpulan ceramah/kajian yg saya beri nama : “Kun Shohâbiyyan”(Jadilah sahabat Nabi shollAllôhu ‘alaihi wa sallam). & ini merupakan upaya untuk lebih dekat (mengenal.pent)generasi sahabat, generasi luhur, yg tinggi kedudukannya, yg tidak akan terulang generasi seperti itu dlm sejarah. baik itu pada masa sebelumnya atau setelahnya. Rasulullah shollAllôhu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa tidak akan ada generasi sepertinya hingga hari kiamat. Keagungan & berharganya generasi ini muncul dari fakta bahwa mereka secara keseluruhan memiliki sifat/karakteristik² tertentu berupa ‘aqidah yg selamat(salâmatul ‘aqîdah), akhlak yg sempurna(kamâlul akhlâq), terpercaya/amanah dlm penukilan(amânatun naql), kejernihan hati(shofâ-ul qolb), tekad yg kuat(quwwatul ‘azîmah), cinta jihad(hubb al-jihâd). Maka dengan ini secara keseluruhannya merupakan generasi yg berada diatas kedudukan luhur karena akhlak & sifatnya.

Bisa saja dlm suatu zaman muncul person yg jenius & terkemuka, atau muncul sekelompok org² yg amîn(jujur/amanah), org² yg shôdiq, & baik(abrôr) dlm suatu generasi/masa. tapi (muncul.pent)satu generasi sahabat secara keseluruhan dgn satu karakteristik/sifat tertentu seperti kejernihan(hati.pent) & baHâ'(keindahan & kebaikan), maka ini hal yg langka/asing sekali. Inilah yg menarik perhatian. Jikalau di suatu zaman muncul orang seperti Umar bin Khaththab RA -misalkan- maka ini merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi generasi & zaman itu. begitu juga jikalau muncul person seperti Abu Bakar RA, atau seperti Thalhah bin ‘Ubaydillah, atau seperti Khalid bin Walid, atau seperti Abu Hurairah… dst.

akan tetapi munculnya mereka smw dlm satu zaman inilah yg benar² mengagumkan. Hal ini benar² unik. Oleh karena itu bukanlah tujuan dari serangkaian/sekumpulan kajian ini (hanya)menyebut & menceritakan perkataan², perbuatan² yg telah dilakukan para sahabat. Maksudnya: bukan sekedar (menceritakan)profil² para sahabat, bukan juga sekedar menelusuri setiap momen²(ahdâts) yg telah dilalui mereka. Akan tetapi tujuan(kajian ini.pent)nya adalah : kita belajar bagaimana meniru generasi sahabat? Bagaimana kita bisa menjadi seperti mereka? Bagaimana kita berjalan diatas jalannya mereka? Bagaimana kita bisa sampai kepada apa yg telah dicapai sahabat, baik itu di dunia maupun di akhirat?

& sebelum kita belajar bagaimana sahabat bisa sampai ke kedudukan yg luhur ini, & bagaimana mereka bisa mencapai apa yg mereka sudah capai? Sebelum kita belajar bagaimana bisa kita berjalan diatas jalan mereka?.. dalam kajian ini, saya ingin berbicara mengenai kadar/kedudukan generasi ini dlm timbangan Islam, kadar/kedudukannya dlm timbangan sejarah, bahkan kadar/kedudukannya dlm timbangan Allah ‘azza wa jalla. Ia-lah satu²nya generasi dalam Islam yang kamu bisa tahu kedudukannya dlm timbangan Allah ‘azza wa jalla. Karena hal ini tidak bisa terealisasi juga tidak mungkin diketahui sama sekali & secara yakin kecuali melalui ikhbâr(pengkhabaran) dari Allah ‘azza wa jalla dlm kitabNya, atau melalui RasulNya yg mulia shollAllôhu ‘alaihi wa sallam. Adapun umumnya manusia/org² setelah generasi ini, maka tidak mungkin sama sekali memastikan bahwa (generasi)ini (adalah)generasi yg berat timbangannya di sisi Allah ‘azza wa jalla, atau mungkin saja kita mentarjîh(menguatkan) bahwa orang ini adalah orang yg memiliki keutamaan, atau orang ini berjalan diatas petunjuk. Tapi, tidak mungkin kita menjazm(memastikan) bahwa ia benar² berada diatas jalan Allah ‘azza wa jalla. Karena penilaian Ilahi terhadap suatu individu tidak hanya didasarkan atas amal² zhohir saja, yg kita bisa melihatnya dengan mata kita, Akan tetapi didasarkan juga atas hati & niat(nya). hal inilah yg tidak mungkin manusia meyakini dari(orang yg dinilai.pent)nya selamanya. Ya, bisa saja ada faktor² pendukung yg mengisyaratkan/menunjukkan kpd keutamaan² laki² & perempuan tertentu. Akan tetapi ini -seperti yg kami sebutkan-, tidak mungkin secara yakin memastikannya. Mungkin saja kita melihat seseorang yg dia baik secara zhohirnya, tapi di dalam(bathin.pent)nya ia sama sekali berbeda. Inilah hal yg tidak bisa diketahui kecuali oleh Allah ‘azza wa jalla.

Sedangkan mari kita lihat generasi sahabat, apa yg Allah katakan tentang mereka. Allah ‘azza wa jalla berfirman ttg ashhâb bay’at ar-ridhwân(sahabat² yg ikut dlm bai’at ridhwan) :

“Sungguh Allah telah ridho kepada org² Mu’min pada saat mereka membai’atmu di bawah pohon..”(QS Al-Fath : 18)

maksudnya : bahwa Allah telah ridho dgn mereka. Allah telah menetapkan hal tsb,maka selesailah sudah. Kemudian Ia berfirman : “… pada saat mereka membai’atmu di bawah pohon. Allah tahu apa² yg ada di hati² mereka, maka Allah menurunkan sakînah(ketenangan) kepada mereka & … (QS Al-Fath : 18).

Ayat ini tidak disebutkan berkaitan dengan 1 sahabat saja, atau sekelompok sahabat saja. Tidak. Tapi ayat ini disebutkan  berkaitan dengan 1400 sahabat rodhiyAllôhu ‘anHum ajma’în. Dengarlah firmanNya subhânahu wa ta’ala ini :

QS At-Taubah : 117

dikatakan bahwa Ayat ini turun berkaitan dengan 30.000 sahabat yang mereka telah ikut dalam perang Tabuk. Oleh karena itu mustahil kita mencapai keyakinan(sebagaimana keyakinan akan keutamaan bagi generasi sahabat.pent) bagi generasi² setelah generasi sahabat, & bahwa Allah ‘azza wa jalla telah mengampuni person ini secara tertentu. Betapapun orang tsb beramal/mencapai suatu amal di dunia, selamanya kita tidak bisa memastikan kebaikannya, atau kedudukannya, atau derajatnya di surga, atau keselamatannya secara pasti dari api neraka di sisi Allah SWT.

Oleh karena inilah, kita bisa memahami makna yg tersembunyi nan halus(lathîf) yg Rasulullah shollAllôhu ‘alaihi wa sallam tanamkan berkaitan dengan sahabatnya.

Siapakah Syiah Itu? (Bagian 1)

Siapakah Syiah Itsan Asyariyah?

  • Alhadulillah, shalawat dan salam terhatur pada Rasulullah SAW dan siapa saja yang berwala’ kepadanya, kepada keluaraga dan para sahabat, tabi’in dan orang yang senantiasa mengikuti petunjuknya.
  • Berikut kamu sajikan serial ringkas yang membuat mata kaum muslimin terbelalak dan melihat secara nyata doktrin-doktrin kelompok menyimpang agar mereka dapat mewaspadainya, apalagi sekarang ini suara mereka semakin membahana dan aktifitas mereka dalam menyebar kebatilan semakin giat.
  • Serial ini kami mulai dari penyingkapan fakta kesesatan kelompok Syiah Itsan Asyariyah secara khusus dan kelompok-kelompok Syiah lainnya karena keberadaan mereka di lapangan lebih dominan seperti Iran, Irak, dan Teluk…
  • Kelompok ini selalu berkilah dan mengaku bahwa madzhab mereka tidak jauh berbeda dengan madzhab Ahlus Sunnah, bahkan menurutnya mereka telah terzhalimi oleh tuduhan-tuduhan dusta. Besar perhatian mereka dalam membela madzhabnya, dengan mempublikasikan melalui penyebaran kitab-kitab dan risalah-rsalah ringan, lalu menelusuri dan meneliti kitab-kitab Ahlus Sunnah untuk kemudian menyerangnya dengan gelombang kritik yang luar biasa jumlahnya yang tidak pernah didapatkan sebelumnya dari kelompok lain.
  • Tumpah ruahnya kitab-kitab Syiah di berbagai tempat dengan beraneka ragam cara yang belum pernah terjadi sebelumnya, memaksa kamu untuk sebuah kewajiban mengungkap fakta penyelewengan dan kesesatan aqidah mereka, meskipun mereka berupaya maksimal untuk selalu menutupinya.

Sebagai mana kata orang “Kami akan membalas dengan lisan kalian sendiri”

  • Seraya memohon kepada Allah Yang Maha Suci agar selalu mengangkat bendera Islam setinggi-tinggingyam dan menghinakan kebatilan serendah-rendahnya.

Ditulis oleh Muhammad bin Abdullah

Asal Madzhab Syiah

  • Termasuk aqidah Syiah Itsna Asyariyah mereka mengaku dengan sadar: bahwa Syiah berasal dari seorang Yahudi bernama Abdullah bin Saba’, dan Ali bin Abu Thalib RA telah membakar mereka dengan api serta berlepas diri darinya.

Lihat: Kitab Firaq as-Syiah an-Nukhbati, hal. 22, dan kitab Ikhtiyar Makrifat ar-Rajal, oleh at-Thausi hal. 107.

  • Mereka pula yang bekata dengan sendirinya dan mengaku dengan bangga kerean bisa dijuluki Rafidhah (menolak kepemimpinan Abu Bakar dan Umar Ra)

Lihat: Kitab Bihar al-Anwar, oleh al-Majilisi (65/97)

 

Aqidah Syiah tentang Allah SWT

  • Syiah berkata: Kami tidak sepakat dengan mereka (Ahlus Sunnah) tentang Ilah (Tuhan), Nabi dan imam. Karena mereka berkata: bahwa Tuhan mereka adalah Tuhan yang mengutus Muhammad SAW sereka sebagai Nabi-Nya dan mengangkat Abukar RA sebagai khalifah sesudahnya. Kami tidak mengakui Tuhan dan Nabi yang begini, tapi menurut kami; sesungguhnya Tuhan yang mengangkat Abu Bakar sebagai kahlifah Nabi-Nya bukan Tuhan kamu, dan Nabi-Nya pun bukan Nabi kami.

Lihat: Kitab ak-Anwar an-Nu’maniyah, oleh Nikmatullah al-Jazairi (2/278)

  • Syiah berkata: Allah tidak bisa dilihat pada Hari Kamat, dan Allah SWT tidak bisa disifati dengan tempat dan waktu, tidak pula bisa ditunjuk dengan arah.  Brangsiapa yang berkata bahwa Allah turun ke langit dunia, atau Dia menampakkan wujudnya-Nya kepada penduduk Surga yang terangnya seperti rembulan di tengah malam, atau semacamnya itu, maka statusnya adalah kafir.

Lihat: Kitab Aqad al-Imamiyah, oleh Muhammad Ridha Muzhaffar hal. 58.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Allah SWT akan menggandeng orang Mukmin pada Hari Kiamat, dan orang Mukmin juga menggandeng Rabb-Nya sembari menyebutkan dosa-dosanya.

Lalu dinyatakan sebagaimana cara dia menggadeng-Nya?

  • Syiah berkata: (dia menunjukkan) dengan cara meletakkan tangannya di pusarku. Lalu berkata: dengan cara begini, seperti seorang yang sedang berbisik kepada temannya tentang suatu rahasia.

Lihat: Kitab al-Ushul as-Sittah Asyarm tahqiq Dhiya’uddin al-Mahmudi hal. 203.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Allah turun ke bumi pada Hari Arafah di saat pertama matahari tergelincir di atas unta yang membuang kotorannya kemudian orang-orang yang berada di Arafah saling merebut dan menyerbu kedua pahanya dari arah kanan dan kiri.

Lihat: Kitab al-Ushul as-Sittah Asyar, tahqiq Dhiya’uddin al-Mahmudi hal. 204.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya menhadap kuburan adalah perkara yang lazim dilakukan, meski arahnya tidak sesuai dengan arah kiblat, begitu pula peziarahnya kubur yang menghadap kuburan berada dalam posisi sama dengan kiblat, arah di mana Allah berada dan orang-orang diperintahkan untuk menghadapnya pada saat ziarah.

Lihat: Kitab Bihar al-Anwar, oleh al-Majlisi(101/369)

  • Syiah berkata: Sesungguhnya “Aah” termasuk nama-nama Allah yang baik. Karena itu, siapa yang berkata “Aah” maka secara otomatis dia telah beristighatsah kepada Allah.

Lihat: Kitap Mustadrak al-Wasail, oleh Nuri at-Thabarsi (2/148)

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Allah SWT mengunjungi al-Husain bin Ali Ra dan berjabat tangan dengannya lalu duduk bersama di atas ranjang.

Lihat: Kitab Shahifah al-Abrar, oleh Mirza Muhammad Taqi (2/140)

 

Doktrin Syiah tentang Distorsi al-Quran

  • Syiah berkata: Bahwa al-Quran yang berada di tangan Muslimin sekarang telah terdistor dan terkurangi dari teks semestinya. Menurut mereka, al-Quran dengan teks sebenarnya masih ada bersama al-Mahdi yang masih bersembunyi.

Dan di antaranya tokoh penting Syiah Imamiyah yang berkata demikian adalah: Ali bin Ibrahim al-Qummi, Nikmatullah al-Jazairi, al-Faidh al-Kasyani, Ahmad at-Thabarsi, Muhammad Baqir al-Majlisi, Muhammad bin an-Nu’man yang berjuluk al-Mufid, Abu al-Hasan al-Amili Adnan al-Bahrani, Yusuf al-Bahrani, Nuri at-Thabarsi, Habibullah al-Khu’ie, Muhammad al-Ayyasyi Muhammad bin Ya’kub al-Kulaini, dan sebagainya.

Lihat: Kitab as-Syaiah al-Itsna Asyariyah wa Tahrifu al-Quran, oleh Muhammad Saif, dan kitab Mauqif ar-Tafidhah min al-Quran al-Karim, oleh Mamadu Krambery

  • Syiah berkata: Sesungguhnya lafazh “Aalu Muhammad (keluarga Muhammad)” dan “Aalu Aliya (keluarga Ali” telah dihilangkan dari teks al-Quran.

Lihat: Kitab Minhaj al-Bara’ah Syarhu Nahji al-Balaghah, oleh Habibullah al-Khu’ie (2/216)

  • Syiah berkata: Sesungguhnya tidak ada yang menghimpuni dan membukakan teks al-Quran kecuali para imam (Dua Belas). Merekalah yang tahu ilmu dan isinya seluruhnya.

Lihat: Kitab Ushul al-kahfi, oleh al-Kulain (1/228)

  • Syiah berkata: Al-Quran tidak bisa dijadikan hujjah kecuali bersama imam.

Lihat: Kitab Ushul al-Kahfi, oleh al-Kulaini (1/169)

  • Syiah berkata: Sesungguhnya di sana ada surat bernama al-Wilayah, yang dimulai dengan ayat:

29451

“Wahai orang-orang yang beriman, berimanlah terhadap dua cahaya”

Namun menurut mereka Utsman bin Affan RA telah menghilangkannya.

Lihat: Kitab Fashlu al-Khitab fi Tahrifi Kitab Rabbi al-Arbab, oleh Nuri at-Thabarsi hal. 18.

  • Syiah berkata: Di sana terdapat mushaf bernama mushaf Fathimah RA, dan isinya tiga kali dari al-Quran kita sekarang ini.

Lihat: Kitab Ushul al-Kafi, oleh al-Kulaini (1/239)

Para pengubah firman Allah SWT berkata tentang firman-Nya :

29452 (2)

“Sampaikanlah apa  yang diturunkan oleh Rabbmu kepadamu jika kamu tidak melakukannya maka kamu (dianggap) tidak menyampaikan risalah-Nya. ” (Al-Maidah: 67)

Lalu mereka ubah dengan :

29452 (3)

“Sampaikanlah apa yang diturunkan oleh Tuhanmu Kepadamu-tentang Ali-jika tidak kamu tidak lakukan maka kamu di (dianggap) tidak menyampakan risalah-Nya”

Mereka menambah “Tentang Ali”!!

Maksudnya, menurut Syiah: Nabi Saw lupa atau tidak menghiraukannya, mungkin karena beliau takut kepada kaum munafik, sebagaimana dalam hadits-hadits mereka sendiri menyatakan hal itu secara jelas.

Lihat: Kitab Fashlu al-Khithab fi Tahrifi Kitab Rabbi al-Arbab, oleh Nuri at-Thabarsi, hal. 182.

  • Syiah berkata: Tidak boleh menolak orang yang berpendapat bahwa al-Quran “ats-Tsiqal al-Akbar” telah terdistorsi, tapi justru orang tersebut dianggap sebagai mujtahid, sementara orang yang mengingkari wilaya Ali “ats-Tsiqal al-Asghar” dihukum kafir tanpa ada keraguan dalam kekufurannya.

Lihat: Kitab alI’tiqadat, oleh Ibnu Babawaih al-Qummi hal. 103.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya para imam memerintahkan untuk tetap membaca al-Quran yang ada sekarang baik dalam shalat atau lainnya, serta mengamalkan hukum-hukumnya sampai muncul imam al-Mahdi pemimpin akhir zaman. Lalu al-Quran sekarang terangkat ke langit dan keluarlah al-Quran yang dihimpun oleh Amirul Mukminin untuk dibaca dan diamalkan hukum-hukumnya.

Lihat: Kitab al-Anwar an-Nu’manuyah, oleh Nikmatullah al-Jazari (2/363)

  • Syiah berkata: Janganlah kalian mengajarkan istri-istri kalian surat Yusuf dan jangan membacakannya pada mereka, karena di dalamnya terdapat banyak fitnah. Tapi bacakanlah surat an-Nur karena di dalamnya terdapat banyak faidah.

Lihat: Kitab al-Furu’ min al-Kafi, oleh al-kulaini, (5/516)

 

Doktrin Bahwa Imamah adalah Rukun dan Vonis Kafir bagi yang Tidak Mengimaminya

  • Syiah berkata: Tidak sempurna iman seseorang yang tidak meyakini imamah (para imam Syiah) sampai mereka mau meyakini dan mengimaminya.

Lihat: Kitab Aqaid al-Imamiyah, oleh Muhammah Ridha Muzhaffar hal. 78.

  • Syiah berkata: Imamah adalah kelanjutan dari Nubuwwah, dan dalil yang mewajibkan diutusnya para nabi dan rasul menjadi dalil yang mewajibkan diangkatnya imam setelah Rasul.

Lihat: Kitab Aqaid al-Imamyah, oleh Muhammad Ridha Muzhaffar hal. 88.

  • Syiah berkata: Imamah adalah mandat Ilahiyah yang dipilih langsung oleh Allah SWT dengan ilmu-Nya terdahulu atas hamba-Nya, sebagaimana kenabian yang hanya dipilih langsung oleh Allah. Karena itu, Allah memerintahkan Nabi-Nya untuk menyampaikan hal ini, dan menyuruh mereka untuk mengikutinya.

Lihat: Kitab Ashlu asy-Syiah wa Ushuluha, oleh Muhammad Husain Kasyif al-Ghita’ hal. 102.

Bahkan Imamah merupakan dasar dan rukun agama, tidak sempurna iman seseorang kecuali dengan meyakininya, dengan kata lain: “Imamah adalah kelanjutan dari kenabian”

  • Syiah berkata: Orang yang enggan mengingkari Imamah Amirul Mukminin

Ali bin Abu Thalib RA dan para imam sesudahnya, seperti orang yang enggan mengingkari kenabian para nabi. Sementara orang yang mengakui Imamah Amirul Mukminin dan mengingkari salah satu di antara imam-imam sesudahnya, maka posisi dia seperti orang yang mengakui seluruh nabi namun mengingkari kenabian Muhammad SAW.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya orang yang mengingkari Imamah salah satu Imam Dua Belas, seperti orang yang mengingkari kenabian para nabi.

Lihat: Kitab Minhaj an-Najat, oleh al-Faidh al-Kasyani hal. 48

  • Syiah berkata: Syiah Imamiyah telah sepakat bahwa siapa saja yang mengingkari imamah salah satu imam dua belas, dan membangkang dari kewajiban taat kepadanya, maka dia kafir dan sesat, dan berhak kekal di dalam neraka.

Lihat: Kitab Haqqu al-Yaqin fi Makrifati Ushul ad-Dien, oleh Abdullah Syibr (2/189)

  • Syiah berkata: Terlontarnya lafadz syirik dan kufur kepada orang yang tidak meyakini Imamah Amirul Mukminin (Ali bin Abu Thalib RA) dan para imam dari anak keturunannya, serta lebih mengutamakan yang lain daripada mereka, adalah bukti bahwa mereka kekal di dalam neraka.

Lihat: Kitab Bihar al-Anwar, oleh al-Majlisi (23/390)

 

Sikap Buruk Syiah terhadap Nabi SAW, Putri dan keluarganya

  • Syiah berkata: Ketika Nabi SAW dilahirkan, beliau hidup beberapa hari dalam

keadaan tidak mendapatkan air susu, sampai Abu Thalib menyusuinya dengan buah dadanya sendiri. Maka Allah menurunkan air susu di dalamnya, Nabi menyusu kepadanya selama beberapa hari, sampai Abu Thalib bertemu Halimah as-Sa’diyah dan menyerahkan kepadanya.

Lihat: Kitab Ushul al-Kahfi, oleh al-Kulaini (1/448)

  • Syiah berkata: Ali RA lebih berani daripada Nabi, bahkan sebenarnya Nabi SAW tidak pernah dikaruniai keberanian sama sekali.

Lihat: Kitab al-Anwar an-Nu’maniyah, oleh Nikmatullah al-Jazairi (1/17)

  • Syiah berkata: Nabi SAW tidak tidur hingga beliau terlebih dulu mencium pipi Fathimah yang lesung atau belahan buah dadanya.

Lihat: Kitab Bihar al-Anwar, oleh Majlisi (42/43)

  • Syiah berkata: Nabi SAW tidak memiliki anak perempuan kecuali Fathimah, adapun Ruqayyah, Ummu Kaltsum, dan Zainab hanya anak tiri saja.

Lihat: Kitab Dairatul Maarif al-Islamiyah (1/27)

  • Syiah berkata: Bahwa Hasan bin Ali RA adalah menghinakan kaum Muslimin, karena ia telah berbaiat kepada Muawiyah.

Lihat: Kitab Rijal al-Kussyi, oleh al-Kusyi, hal 103.

 

Memvonis Kafir Ummahatul Mukminin ( Istri Nabi SAW) Aisyah dan Hafshah RA    

  • Syiah berkata: Istri Nabi SAW bisa dihukumi kafir layaknya istri Nuh dan istri Luth.

Yang dimaksud istri Nabi SAW disini adalah Aisyah. Semoga Allah meridhainya, begitu pula ayahnya.

Lihat: Kitab Hadits al-Ifki, oleh Ja’far Murtadha hal. 17.

  • Syiah berkata: Aisyah RA telah murtad setelah wafatnya Nabi SAW sebagaimana murtadnya para sahabat dengan jumlah yang luar biasa besar.

Lihat: Kitab asy-Syihab ats-Tsaqib fi Bayani Makna an-Nashib oleh Yusuf al-Bahrani hal 236.

  • Syiah berkata: Ummul Mukminin Aisyah jatuh dalam perbuatan keji (zina)-Na’udzu billahi min dzalik-, adapun firman Allah SWT29447 (2)

mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh orang-orang.” (An-Nur:26)

Ayat ini hanya pembersihan nama baik Nabi saja, bukan Aisyah. (Padahal maksudnya adalah Aisyah).

Lihat: Kitab as-Shirat al-Mustaqim, oleh Zainudin an-Nabathi al-Bayadhi (3/165)

  • Syiah berkata: Hafshah kafir, karena ayat:29447 (3)

Siapa yang memberitahukan hal ini kepadamu.”

(At-Tahrim:3), dalam ayat ini Allah berbicara tentangnya.

Dan tentang Aisyah RA, Allah SWT berfirman :

29444 (2)

Jika kalian bertaubat kepada Allah, maka sungguh hati kamu berdua telah miring” (At-Tahrim:4), kalimat “Shaghat” dalam ayat ini bermakna “Zaaghat (miring)”, dan miring disini maksudnya kafir.

Menurut Syiah, Aisyah dan Hafshah juga bersekutu memberi racun ke dalam minuman Nabi SAW, maka tatkala Allah SWT memberitahu beliau tentang perbuatan mereka, beliau ingin sekali membunuh keduanya, namun mereka bersumpah tidak pernah melakukan hal itu, hinga Allah menurunkan ayat:

29444 (3)

Wahai orang-orang kafir janganlah kalian beralasan pada hari ini.” (At-Tahrim:7)

Lihat: Kitab as-Shirath al-Mustaqim, oleh Zainuddin an-Nabathi al-Bayadhi (3/168)

 

Sikap Ekstrim Syiah Terhadap Ali   

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Allah SWT berbicara dengan Rasulullah SAW pada malam al-Mi’raj dengan suara dan bahasa Ali bin Abu Thalib.

Lihat: Kitab Kasyfu al-Yaqin fi Fadhail Amiril Mukminin, oleh Hasn bin Yusuf bin al-Muthahhar al Hulli hal. 229.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Ali bin Abu Thalib RA adalah penanggung jawab surga dan neraka. Dialah yang punya otoritas penuh untuk memasukkan penduduk surga ke dalam surga dan penduduk neraka ke dalam neraka.

Lihat: Kitab Bashair ad-Darajat, oleh as-Shaffar, (8/235)

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Allah SWT memasukkan siapa saja yang taat kepada Ali ke dalam surga, meski dia bermaksiat kepada Allah. Sebaliknya Allah memasukkan siapa saja yang menentang Ali ke dalam neraka meski dia taat kepada Allah.

Lihat: Kitab Kasyfu al-Yaqin fi Fadhail Amiril Mukminin, oleh Hasan bin Yusuf al-Muthahhar al-Hulli hal. 8.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Ali bin Abu Thalib adalah rahasia tersembunyi para nabi. Karena itu Allah berfirman: Wahai Muhammad aku utus Ali bin Abu Thalib bersama para nabi secara tersembunyi, dan bersamamu secara nyata.

Lihat: Kitab al-asrar al-Alawiyah, oleh Muhammad al-Mas’udi hal. 181.

  • Syiah berkata: Ali RA adalah bukti kenabian Muhammad SWT, karena itu Nabi mengajak untuk mengakui dan menetapkan wilayah (kekuasaan) Ali.

Lihat: Kitab Bashair ad-Darajat, oleh Muhammad as-Shaffar hal. 91.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya Allah SWT tidak mengutus Nabi SAW kecuali telah memintanya agar menetapkan dan mengakui wilayah (kepemimpinan dan kekuasaan) Ali RA baik patuh atau terpaksa.

Lihat: Kitab al-Asrar al-Alawiyah, oleh Muhammad al-Mas’ud hal. 190.

  • Syiah berkata: Sesungguhnya dien (agama) tidak akan sempurna hingga mengakui wilayah (kepemimpinan) Ali RA.

Lihat: Kitab al-Ihtijaj, oleh at-Thabarsi (1/57)

 

sumber:

buku:  siapakah Syiah itu?

-Abdullah bin Muhammad

Hal. 1 – 17

Tak hanya larang puasa Ramadhan, Cina juga halangi Muslim Uighur jalani ibadah lainnya

 

 

XINJIANG (Arrahmah.com) – Cina telah melarang para PNS, siswa dan guru di wilayah Xinjiang yang mayoritas Muslim berpuasa dan memerintahkan restoran untuk tetap buka selama bulan Ramadhan, lansir Al-Jazeera pada Sabtu (20/6/2015).

Saat ini, Partai Komunis Cina yang berkuasa secara resmi adalah atheis dan selama bertahun-tahun telah membatasi umat Islam di Xinjiang, rumah bagi minoritas Uighur yang sebagian besar Muslim, untuk menjalani ibadah mereka.

“Tempat-tempat yang menyediakan pelayanan makanan akan beroperasi sebagaimana biasa selama Ramadan,” kata pemberitahuan yang diposting pekan lalu di situs Food and Drug Administration negara di wilayah Jinghe, Xinjiang.

Para pejabat di wilayah Bole menyatakan: “Selama Ramadan dilarang berpuasa, beribadah pada malam hari [shalat tarawih] atau melakukan kegiatan keagamaan lainnya,” menurut laporan situs pemerintah wilayah itu dari sebuah pertemuan minggu ini.

Setiap tahun, upaya-upaya pemerintah Cina untuk melarang puasa di kalangan Muslim Uighur di Xinjiang telah menerima kritik dari kelompok-kelompok hak asasi.

Kelompok hak asasi Uighur mengatakan pembatasan Cina terhadap umat Islam di Xinjiang telah menambah ketegangan antar etnis di wilayah tersebut, di mana sejumlah bentrokan telah menewaskan ratusan orang dalam beberapa tahun terakhir.

Cina mengklaim mereka menghadapi “ancaman teroris” di Xinjiang, di mana para pejabatnya menyalahkan “ekstremisme agama” atas kekerasan yang berkembang.

“Tujuan Cina melarang puasa Ramadhan itu menindas dan memaksa [Muslim] Uighur menjauhi ajaran agama mereka selama bulan Ramadhan,” kata Dilxat Rexit, seorang juru bicara Kongres Uighur Dunia.

“Kebijakan yang melarang ibadah puasa adalah provokasi dan hanya akan menyebabkan ketidakstabilan serta konflik.”

Seperti tahun-tahun sebelumnya, anak-anak sekolah di sana juga termasuk di antara mereka yang dilarang menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan ibadah lainnya.

Biro pendidikan kota Tarbaghatay, yang dikenal sebagai Tacheng dalam bahasa Cina, bulan ini memerintahkan sekolah-sekolah untuk menyampaikan kepada para siswa bahwa “selama bulan Ramadhan, siswa etnis minoritas dilarang berpuasa, dilarang memasuki masjid, dan dilarang mengikuti kegiatan keagamaan”.

Perintah serupa juga diposting di situs-situs biro pendidikan dan sekolah Xinjiang lainnya.

Para pejabat di daerah Qiemo minggu ini bertemu dengan para tokoh agama setempat untuk memberitahu mereka akan ada peningkatan inspeksi selama Ramadhan untuk “menjaga stabilitas sosial”, klaim situs resmi di wilayah itu.

Menjelang bulan suci, salah satu desa di Yili, dekat perbatasan dengan Kazakhstan, menyatakan bahwa masjid harus memeriksa kartu identifikasi siapa saja yang datang untuk beribadah selama bulan Ramadhan, menurut pemberitahuan di website pemerintah.

penulis : admin1

sumber arrahmah.com

Kedudukan Para Sahabat radhiyallahu ‘anhu dalam al-Qur’an

 

Pada tulisan kali ini akan membahas tentang para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Kedudukan meraka yang sedemikian tinggi untuk kita yakini, akui dan menjadi suri tauladan bagi umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Selain itu juga untuk melurusakan kekeliruan pandangan bagi sebagian kaum muslim yang awam.

 

Beberapa ayat yang di kutip dari Al-Qur’an mununjukkan kedudukan sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia di hadapan Allah SWT. Kemudian akan kita bawakan kesimpulan dari tiap-tiap ayat berikut :

  1. Surat at-Taubah ayat 100:

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.

Beberapa kesimpulan dari ayat di atas:

  • Kaum Muhajirin dan Anshar adalah orang-orang yang pertama-tama masuk Islam.
  • Allah Ta’ala telah menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang Allah ridhai dan mereka sebagai orang-orang ridha kepada Allah Ta’ala.
  • Pahala bagi orang yang Allah ridhai adalah surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya dan mereka kekal di dalamnya.
  • Kemenangan yang besar adalah mendapatkan keridhaan dari Allah dan mendapatkan surga-Nya.
  • Keridhaan Allah akan diberikan pula kepada orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, bukan yang melaknat, mencaci, merendahkan, menghina, dan mengutuk sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  1. Surat at-Taubah ayat 117:

لَقَدْ تَابَ اللَّهُ عَلَى النَّبِيِّ وَالْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ فِي سَاعَةِ الْعُسْرَةِ مِنْ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling. Kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka.

Beberapa kesimpulan dari ayat di atas:

  • Allah Ta’ala telah memberikan taubat dan ampunan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum.
  •  Allah Ta’ala sangat pengasih dan penyayang kepada mereka.
  1. Surat al-Fath ayat 18:

لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).

Beberapa kesimpulan dari ayat di atas:

  • Para sahabat adalah orang-orang yang telah dinyatakan oleh Allah sebagai orang-orang mukmin.
  • Keutamaan para sahabat yang mengikuti bait Ridwan.
  • Keutamaan ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu sebagai utusan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam ‘umrah Hudaibiyah.
  • Keutamaan ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu dalam bait Ridwan karena beliau diwakili oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bait ini.
  1. Surat al-Fath ayat 29:

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya, maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.

Beberapa kesimpulan dari ayat di atas:

  • Di antara sifat para sahabat adalah bersikap keras terhadap orang-orang kafir namun berkasih sayang terhadap sesama mereka.
  • Para sahabat senantiasa sujud dan rukuk, juga menjaga shalat berjama’ah di masjid-masjid
  • Para sahabat telah mendapatkan rekomendasi dari Allah sebagai orang-orang yang menjaga rukuk dan sujud dalam rangka mengharap karunia dan keridhaan dari Allah, ikhlas karena Allah Ta’ala dalam beramal.
  • Pada air muka para sahabat terpancar keimanan dan kesucian hati mereka.
  • Ciri-ciri dan keutamaan para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam telah disampaikan dalam kitab Taurat dan Injil.
  • Ampunan dan pahala besar diberikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh.
  • Di antara amal saleh adalah mencintai dan mendoakan serta menyebut-nyebut kebaikan para sahabat.
  1. Surat al-Hasyr ayat 8-9:

لِلْفُقَرَاءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ (8) وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

 (Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya dan mereka menolong Allah dan RasulNya. Mereka itulah orang-orang yang benar (jujur). Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung.

.

Beberapa kesimpulan dari ayat di atas:

  • Keutamaan kaum Muhajirin: dinyatakan oleh Allah sebagai orang-orang yang meninggalkan kampung halaman dan harta bendanya dalam rangka mencari karunia dan keridhaan-Nya.
  • Kaum Muhajirin dinyatakan oleh Allah sebagai orang-orang yang benar-benar menolong Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi  wa sallam.
  • Gelar sebagai orang-orang yang shadiqun (benar/jujur) diberikan oleh Allah kepada kaum Muhajirin.
  • Keutamaan kaum Anshar: dinyatakan oleh Allah sebagai orang yang beriman, mencintai kaum Muhajirin dengan penuh ketulusan, mendahulukan kaum Muhajirin di atas diri mereka walaupun dalam kesusahan, dan terpelihara dari sifat kikir.
  •  Gelar sebagai muflihun (orang-orang yang beruntung) diberikan oleh Allah kepada kaum Anshar.
  1. Surat an-Nisa’ayat 115:

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.

Beberapa kesimpulan dari ayat di atas:

  • Para sahabat adalah generasi kaum mukminin pertama. Mereka telah mendapatkan gelar dari Allah sebagai orang-orang yang beriman.
  • Perintah untuk mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengikuti metode para sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam memahami dan menjalankan agama Islam.
  • Ancaman bagi orang-orang yang menentang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keluar dari metode kaum mukminin (para sahabat).

Pemahaman para sahabat radhiyallahu ‘anhum menjadi acuan pertama dan utama dalam memahami nash-nash syari’at, bukan diserahkan kepada setiap orang yang membaca dan

 

Demikian sebagian dari ayat al-Qura’an yang kita bisa telaah pada tulisan kali ini. Semoga dapat meluruskan pandangan-pandangan yang keliru terhadap sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Semoga membuat kita semakin taat kepada Allah SWT dan menjadikan mereka sebagai suri tauladan hidup kita.

Wa shallallahu wa sallam wa baraaka ‘ala Nabiyyina Muhammad wa ‘ala aalihi wa ashhabihi ajmain.

Penulis : admin2

Sumber : https://fatwasyafii.wordpress.com

Boikot Kurma Iran! atau Uang Anda Jadi Peluru Pembunuh Muslim Suriah

JAKARTA (voa-islam.com) – Seruan untuk memboikot produk Syiah Iran, pada dasarnya merupakan salah satu resolusi muktamar ulama Ahlus Sunnah digelar di Kairo, Mesir beberapa waktu lalu.

Dalam resolusi poin ke lima, disebutkan, “Seruan terhadap umat Islam untuk memboikot produk-produk Iran.”

Hal itu menyusul sikap Iran yang mengirimkan bantuan baik materi maupun militernya untuk mendukung Bashar Al-Assad membantai Muslim Suriah.

Salah satu produk Iran yang diserukan untuk diboikot adalah kurma Iran. Aksi boikot ini sendiri sudah lebih dahalu dilakukan para aktivis dari gerakan Islam di Malaysia.

Namun sayang di Indonesia, negeri dengan mayoritas Muslim terbesar dunia belum ada gerakan boikot produk Syiah. Bisa jadi kaum Muslimin tak sadar telah membeli kurma produk Iran yang marak beredar di pasaran.

“Di Malaysia, seruan itu sudah dilakukan. Muslim malaysia sepakat memboikot. Kenapa indonesia tidak? Padahal jumlah Muslim Indonesia lebih besar daripada Malaysia,” kata Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi kepada voa-islam.com, Selasa (16/7/2013).

Apakah kita rela uang yang kita salurkan untuk membeli kurma berubah menjadi peluru, roket, rudal, dan bom yang justru digunakan Iran untuk membunuh saudara-saudara kita?

Penulis buku “Zionis dan Syi’ah bersatu Hantam Islam” tersebut menyerukan agar umat Islam membuka mata, bahwa musuh umat Islam hari ini bukan hanya Zionis Yahudi tetapi juga Syiah.

“Di tengah gejolak umat Islam akhir-akhir ini di Suriah, lebanon, dan juga mesir. Sudah seharusnya membuka mata umat bahwa musuh kita tidak hanya Yahudi, tapi juga Syiah,” tuturnya.

Untuk itu, sudah semestinya di bulan suci Ramadhan ini umat Islam memboikot kurma produk Syiah Iran sebagai bentuk perlawanan dan solidaritas ukhuwah Islamiyah terhadap Muslim Suriah.

“Apakah kita rela uang yang kita salurkan untuk membeli kurma berubah menjadi peluru, roket, rudal, dan bom yang justru digunakan Iran untuk membunuh saudara-saudara kita?” tandasnya. [Ahmed Widad]

– See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/07/16/25874/boikot-kurma-iran-atau-uang-anda-jadi-peluru-pembunuh-muslim-suriah/#sthash.J38BlbXa.dpuf

kurma iran post

 

Sumber : http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/07/16/25874/boikot-kurma-iran-atau-uang-anda-jadi-peluru-pembunuh-muslim-suriah/#sthash.J38BlbXa.dpbs

 

Kurma Iran Beredar di Pasaran, Umat Islam Dihimbau Boikot Produk Syiah

Produk Kurma Iran yang beredar di Alfamart

# BOIKOT KURMA SYI’AH (IRAN)..!!
Atau Uang Anda Jadi Peluru Pembunuh Muslim Suriah…

Seruan untuk memboikot produk Syiah Iran, pada dasarnya merupakan salah satu resolusi muktamar ulama Ahlus Sunnah digelar di Kairo, Mesir beberapa waktu lalu.

Dalam resolusi poin ke lima, disebutkan, “Seruan terhadap umat Islam untuk memboikot produk-produk Iran.”

Hal itu menyusul sikap Iran yang mengirimkan bantuan baik materi maupun militernya untuk mendukung Bashar Al-Assad membantai Muslim Suriah.

Salah satu produk Iran yang diserukan untuk diboikot adalah kurma Iran. Aksi boikot ini sendiri sudah lebih dahalu dilakukan para aktivis dari gerakan Islam di Malaysia.

Namun sayang di Indonesia, negeri dengan mayoritas Muslim terbesar dunia belum ada gerakan boikot produk Syiah. Bisa jadi kaum Muslimin tak sadar telah membeli kurma produk Iran yang marak beredar di pasaran.

“Di Malaysia, seruan itu sudah dilakukan. Muslim malaysia sepakat memboikot. Kenapa indonesia tidak? Padahal jumlah Muslim Indonesia lebih besar daripada Malaysia,” kata Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi.

Penulis buku “Zionis dan Syi’ah bersatu Hantam Islam” tersebut menyerukan agar umat Islam membuka mata, bahwa musuh umat Islam hari ini bukan hanya Zionis Yahudi tetapi juga Syiah.

“Di tengah gejolak umat Islam akhir-akhir ini di Suriah, lebanon, dan juga mesir. Sudah seharusnya membuka mata umat bahwa musuh kita tidak hanya Yahudi, tapi juga Syiah,” tuturnya.

Untuk itu, sudah semestinya di bulan suci Ramadhan ini umat Islam memboikot kurma produk Syiah Iran sebagai bentuk perlawanan dan solidaritas ukhuwah Islamiyah terhadap Muslim Suriah.

“Apakah kita rela uang yang kita salurkan untuk membeli kurma berubah menjadi peluru, roket, rudal, dan bom yang justru digunakan Iran untuk membunuh saudara-saudara kita muslim?”.

Sumber : http://www.jurnalmuslim.com/2016/05/kurma-iran-beredar-di-pasaran-umat-islam-dihimbau-boikot-produk-syiah.html

Beredar Kurma Iran di Alfamart, UmatIslam Diminta Boikot

Sejumlah netizen mengunggah foto kurma Iran berlabel AlfaMart. “Kurma Rabbee Iran,” demikian tertulis jelas merek kurma dalam kemasan 500 gram itu.

Beredarnya kurma Iran itu membuat banyak netizen protes. Pasalnya, Iran telah mendukung Bashar Assad dengan militer dan senjata sehingga menimbulkan banyak korban di Suriah, termasuk Aleppo baru-baru ini.

Sebelumnya, Muktamar ulama Ahlus Sunnah yang digelar di Kairo pada tahun 2013 menghasilkan sejumlah resolusi. Salah satunya, menyerukan umat Islam untuk memboikot produk-produk Iran setelah terbukti Iran membantu Bashar Assad baik secara finansial maupun militer.

“Umat Islam diserukan untuk memboikot perusahaan perusahaan dan apa-apa saja yang menguntungkan negeri itu (Iran, red). Ini untuk membela anak anak Suriah yang mati dibunuh di tangan Iran,” kata Ketua Persatuan Ulama Internasional Syaikh Dr Yusuf Qardhawi. [Ibnu K/Tarbiyah.net]

Capture

 

Sumber : http://www.tarbiyah.net/2016/05/beredar-kurma-iran-di-alfamart-umat.html