212 membongkar kerusakan Hukum Thogut dan Pemerintahan Thogut

0
617

Banyak orang mengira, bahwa aksi 212 hanya untuk adakan shalat Jumat dan panjatkan doa sebagaimana pada umumnya.
Banyak orang mengira, bahwa aksi 212 hanya untuk menuntut agar Ahok si penista ditangkap segera.

Jika anda hadir di sana, dan mendengarkan apa yang disampaikan oleh para ulama kita.
Maka, anda tak akan berkesimpulan sesederhana itu, yakni hanya untuk menuntut Ahok si durjana.
Sehingga, sebagaimana kebanyakan orang mengira bahwa aksi 212 tak ada hasilnya.
Sia-sia, hanya buang-buang waktu, harta dan tenaga.

Maka, saat anda tak hadir, tak mendengarkan apalagi tak berselera,
Lebih baik diam saja, daripada menambah-nambah dosa.
Yang akibatnya di akherat anda akan sengsara.

Lalu, sebenarnya apa yang diharapkan dalam aksi dua satu dua? Saat diperkirakan tujuh jutaan manusia berkumpul di tempat yang sama.

Untuk PENJARAKAN AHOK sajakah??!

Perlu diketahui, bahwa dalam kesempatan itu, sejatinya para ulama ingin membuka lebar-lebar mata ummat yang hadir saat itu, menyadarkan ummat akan kebobrokan hukum yang berlaku di negeri ini, berikut para penegaknya yang cacat dan hanya membuat masalah. Hukum yang berlaku tak mampu mengayomi dan menyelesaikan segala problematika yang ada, namun justru semakin menambah rusak tatanan sebuah negara. Oleh karena itu, segalanya perlu direnovasi, perlu diganti dengan yang lebih baik, yaitu dengan hukum Allah -Ta’ala- dan Rasul-Nya. Saatnya syariat Islam ditegakkan di negeri Indonesia tercinta.

Tidak ada hukum yang lebih adil, lebih baik, lebih barakah daripada hukum Allah dan Rasul-Nya. Itulah yang digaung-gaungkan oleh Al-Ustadz Habib Riziq Syihab dalam khutbahnya dan Al-Ustadz Bahtiar Nashir dalam orasinya. Dua ayat yang dibacakan oleh keduanya, yakni Al-Maidah 49-50 sudah cukup untuk memperingatkan para manusia durjana. Maka, sudah saatnya kaum muslimin kembali kepada syariat Allah dan Rasul-Nya. Syariat Allah dan Rasul-Nya harga mati, yang lain bisa terganti !!!

Ikhwah, kita semua pasti tahu, bahwa hukum Allah -Ta’ala- pasti akan tegak di bumi tercinta. Itu adalah janji Allah dalam kitab-Nya yang tidak ada keraguan padanya, bukan hanya khayalan semata. Orang yang beriman wajib mengimaninya.
Dan kita juga harus tahu, bahwa tak semudah membalikkan telapak tangan untuk menegakkannya.
Dibutuhkan kerja keras, kerja sama dan waktu yang lama.

Bukan sebagaimana yang dipikirkan para penghayal yang suka mencela dan menyalahkan yang tidak sependapat dengannya. Atau mereka yang berpendapat bahwa syariat bisa tegak hanya dengan duduk-duduk di majelis taklim saja, sembari menyucikan jiwanya. Atau mereka yang berpendapat bahwa syariat bisa tegak lewat kelompoknya saja. Sehingga, yang hadir dalam aksi 212 disalahkan semuanya. Atau mereka yang ingin menegakkan syariat dalam sekejap, namun sampai detik ini pun tak nampak hasilnya.

Ikhwah, tahukah anda, mengapa para ulama juga menghadirkan para pejabat negara? Bahkan presiden dan wakilnya pun tak disangka-sangka ternyata juga menghadirinya.

Anda harus tahu, bahwa para ulama dengan ketajaman pikirannya sebenarnya ingin memberikan pesan kepada mereka para pemimpin negeri ini, bahwa saat ini ummat tak lagi percaya kepada mereka. Ummat memihak kepada ulama. Ummat lebih percaya kepada ulama daripada kepada mereka yang tak mampu memecahkan berbagai problematika di negeri Indonesia tercinta. Sehingga, hal ini menjadi sinyal, bahwa suatu saat ketika ulama sudah memberikan satu komando, maka hanya satu jawaban ummat, “LABBAIK”!!! Inilah yang dikhawatirkan oleh para pemimpin negeri ini. Rakyat berada dibawah komando ulama.
Maka, jika ada yang berpikir, bahwa aksi dua satu dua hanya untuk menuntut agar Ahok ditangkap segera, berarti anda masih berpikir sangat sederhana.

Seandainya, Ahok ditangkap dan terpaksa dijebloskan ke penjara, selanjutnya empat atau lima tahun bebas, mengapa harus mendatangkan masa berjuta-juta? Rugi jika hanya untuk itu saja.
Beberapa hari sebelum diadakan aksi 212, Ustadz Bahtiar Nashir saat memberikan orasi di Solo, pernah mengatakan bahwa beliau justru tak mengharapkan masalah ini selesai dengan segera. Karena, inilah saat yang tepat untuk menyatukan umat dalam satu komando. Inilah saatnya kaum muslimin meraih kemenangan dan kemuliaan di bawah syariat Islam, setelah bertahun-tahun hidup di bawah kehinaan hukum democrazy.

Indonesia, negeri mayoritas muslim. Butuh aturan jelas dan baku untuk mengatur mereka, agar hidupnya di dunia teratur dan di akherat bahagia selamanya. Hanya syariat Islam lah yang bisa mengatur manusia dengan seadil-adilnya. Syariat Islam solusi segalanya.

Tak ada sejarahnya, syariat Islam tegak hanya dengan penyucian jiwa.
Tak ada sejarahnya, syariat Islam tegak hanya dengan dakwah saja.
Namun, ada satu hal yang tak boleh dilupa, yaitu jihad di jalan Allah -Ta’ala-.

Jihad merupakan anugrah dari Allah -Ta’ala-. Jika Allah membukakannya bagi ummat yang sudah siap menyambutnya, maka tak ada satupun manusia yang mampu menghalanginya. Maka, langkah pertama sebelum seruan itu tiba, meminta pertolongan dan kemenangan kepada Dzat Yang Maha Kuasa, karena Dialah satu-satunya Dzat yang bisa mengalahkan dan menghancurkan kekuatan-kekuatan dhalim. Manusia itu sejatinya lemah, Dialah yang menguatkan. Jika Allah telah memberikan kekuatan, maka manusia-manusia durjana itu tak akan mampu mengalahkannya.

Sehingga, jangan anda kira bahwa aksi 212 adalah aksi seperti biasanya dan jangan kira pula, bahwa shalat Jumat dan doa bersama di sana adalah shalat Jumat dan doa pada umumnya. Ingat, bahwa kekuatan dari langit justru lebih dahsyat berlipat-lipat daripada kekuatan manusia bersenjata.

Semoga, Allah senantiasa melunakkan hati-hati kaum muslimin, menyatukan barisan mereka, dan memenangkan mereka atas manusia-manusia durjana. Aamiiin.

Nasrun minallaahi wa fathun qariib. Wallaahu a’lam bish shawwab.

(AS, Bumi Allah, 512)

#TangkapAhok

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here