BRAVO PAK ANIS, membuat penghianat bangsa nggak berkutik.

0
472

 

Dengan memajaskan kata rakyat menggunakan istilah pribumi, Bapak telah cerdas dan cerdik memancing keluar mereka yang suka menciderai demokrasi, penghisap darah rakyat, pengkhianat NKRI.

Saya katakan mereka mencederai demokrasi, karena mereka begitu marah dengan istilah pribumi.

Padahal kalimat Bapak Gubernur rada panjangnya kurang lebih :”Ratusan tahun Kolonial menjajah pribumi. Kini pribumi telah merdeka. Dan sebagai wujud merdeka, maka saatnya pribumi menjadi tuan di negeri sendiri.

Bukankah Demokrasi memberi ruang kebebasan kepada setiap individu /kelompok untuk menentukan nasibnya sendiri,termasuk pribumi?

Mereka tidak marah pada kalimat “Kolonial menjajah pribumi”. Melainkan marah pada kalimat “Saatnya pribumi menjadi tuan rumah di negeri sendiri! ”

Mereka begitu marah pada kata pribumi menjadi tuan dinegeri sendiri…

Padahal amanat demokrasi menyatakan,bahwa rakyat adalah pemilik mandat tertinggi dalam sebuah kepemimpinan.

Siapapun yang ingin menduduki kursi kepemimpinan, harus mengemis suara rakyat. Rakyat mayoritas penyumbang suara dalam setiap pesta demokrasi adalah pribumi. Sehingga kata pribumi dalam pidato Gubernur DKI adalah majas atau kata sifat. Kolonial sering menggunakan kata pribumi untuk menyebut rakyat /pejuang /Mujahid.

Pemimpin yang cerdas (Pak Anis) sadar, bahwa tampuk kepemimpinan yang embannya adalah amanat rakyat (pribumi). Sehingga sudah seharusnya, pemimpin menjadikan pribumi sang penyumbang suara yang menghantarnya pada tampuk pimpinan dituankan bukan ditinggalkan.

Menolak aktualisasi teori ini, jelas mencedrai demokrasi. Atau memang tak paham sistem demokrasi?

Pak Gubernur DKI JAKARTA cerdas dengan statemen “saatnya Pribumi menjadi tuan dinegeri sendiri”. Yang disambung dengan alenia “akan dihidupkan kembali ruang2 musyawarah”.

Beliau paham demokrasi. Bahwa koalisi terbaik adalah bersama rakyat-Sebagai bagian dari tawakal kepada Allah- bukan semata-mata dengan ring satu pemda, legislatif dan yudikatif, minus rakyat.

Apalagi ramai beredar “skenario menjegal kepemimpinan Anis – Sandi”. Itu artinya, jika benar oknum ring satu pemda, oknum legislatf dan oknum yudikatif bersekutu dalam makar (na’udzubillahi mindzalik) menjegal program Gubernur. Maka Gubernur sudah menginformasikan, bahwa rakyat harus berkoalisi penuh, supaya Gubernur bisa menjalankan programnya.

Pak Anis membahasakan “ancaman ” yang mungkin terjadi, dengan kalimat apik. “SAATNYA PRIBUMI MENJADI TUAN RUMAH”.

artinya mari rakyat (notabenenya mayoritas pribumi baik yang kemarin memilih atau tidak memilih Anis Sandi) yang ingin maju kotanya bahagia warganya saatnya berkoalisi penuh dengan Gubernur untuk mewujudkan program.

Atas nama dan bersama rakyat, maka pengkhianat amanat tidak berkutik.

Bravo Jakarta!!
Allah menghadiahi Anda Gubernur yang paham Demokrasi!!

oleh :Sukeri Abdillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here