Beberapa hari ini, dunia maya dikejutkan dengan video seorang mahasiswa Universitas Indonesia (UI) yang diketahui bernama Boby Febry Kridiyanto. Boby berorasi di depan rektorat UI untuk mengajak warga DKI Jakarta menolak Basuki Tjahaja Purnama/Ahok menjadi Gubernur lagi. Video tersebut diberi judul “Gema (Gerakan Mahasiswa) Pembebasan UI Tolak Ahok”.

Boby juga diketahui adalah mahasisiwa pascasarjana Fakultas Ilmu Keperawatan. Usai video tersebut viral, pihak UI pun angkat bicara dengan memanggil sang mahasiswa. Pagi ini, Boby sendiri telah meminta maaf atas video tersebut.

Akan tetapi, tahukah kamu kalau bukan hanya Boby dengan latar UI yang membut video serupa? Terdapat video serupa yang atas namakan Gema dari universitas di Jakarta.

Gema Pembebasan Universitas Negeri Jakarta.

Sebuah video orasi penolakan terhadah Ahok juga dibuat oleh mahasiswa Universitas Negeri Jakarta. Dalam video tersebut, diketahui nama pria tersebut adalah Febi Rizki Rinaldi. Menurut Febi, terdapat tujuh kriteria pemimpin yang harus dipenuhi untuk memimpin DKI Jakarta.

Ketujuh kriteria itu adalah seorang pemimpin itu haruslah muslim, kemudian laki-laki, dewasa, serta merdeka. Pemimpin juga tidak boleh ‘gila’, harus berakal. Selain itu, menurut Febi pemimpin harus adil kepada rakyat.

Febi melanjutkan, Ahok tidak memenuhi ketujuh kriteria yang disebutkan. Ahok dianggap hanya memenuhi dua kriteria, yakni lelaki dan dewasa. Febi menjelaskan Ahok tidak memenuhi kriteria utama, yakni pemimpin seorang muslim. Ahok pun disebut kafir oleh Febi. Tidak jauh berbeda dari Boby, Febi mengingatkan warga Jakarta tidak memilih pemimpin kaum non-muslim.

Ternyata bukan hanya dari UNJ, tapi juga mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

#sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here