sapaislam.com, Pertama, Densus88 mempunyai intel di akun-akun jejaring sosial, kerjanya untuk mencari dan memantau (akun) yang berjiwa mujahid/mempunyai cita-cita mati syahid/yang sering memposting berita berita jihad.

Kedua, setelah target di temukan, maka akun intel Densus88 yang menyamar sebagai mujahid akan mengirimkan pertemanan dan setelah di konfirmasi, maka mereka akan mulai bertanya-tanya di mana alamat rumahnya sambil diiringi perbincangan tentang penegakkan syariat di Indonesia. Kalo semua lancar, maka mereka akan melakukan pertemuan rahasia.

Ketiga, bagi yang akun yang sudah terpampang alamat yang jelas dan ada foto profil aslinya, si intel akan langsung menjadikan dia target dengan mengutus orang yang mengaku sebagai perindu syahid.

Keempat, setelah melakukan pertemuan dan terjadi kecocokan pemikiran, maka sang calon korban Densus88 ini akan langsung di beri latihan militer atau langsung di persenjatai.

Kelima, setelah itu calon korban di carikan tempat atau rumah kontrakan yang tentunya strategis bagi Densus88 untuk menyerbu (kita tahu rata semua penyergapan “teroris” adalah rumah kontrakan).

Keenam, setelah para calon korban ini sampai di kontrakan, bahan-bahan peledak yang belum komplit mereka hantarkan ke kontrakan, biasanya intel-intel tersebut mengatakan bahwa itu akan di jadikan bom rakitan dan untuk mengajari calon korban ini merakit bom (namun bagi Densus88 itu hanyalah alat sebagai barang bukti nantinya).

Ketujuh, perlu di ketahui bahwa para calon korban ini di beri senjata dengan peluru yang terbatas, agar saat mereka melakukan perlawanan tidak terlalu lama (agar kehabisan peluru) sehingga saat mereka kehabisan peluru Densus88 bisa langsung menembak mati korban dengan alasan melakukan perlawanan saat mau di tangkap.

Kedelapan, setelah semua siap maka akan terjadilah drama penggerebekan “teroris”, dan akan di siarkan biasanya secara langsung di tv nasional yang sudah diberi tahu sebelumnya.

Kesembilan, saat penggrebekan terjadi, biasanya akan terjadi kontak senjata, itu dikarenakan sang calon korban ini sudah didoktrin untuk membenci Pancasila dan seluruh aparat keamanan terutama Densus88, sehingga saat mereka tahu bahwa yang datang Densus88, para korban ini sangat bersemangat, karena mereka fikir bahwa mati di tangan Densus88 adalah mati syahid.

Kesepuluh, perlu diketahui bahwa yang direkrut para intel ini adalah anak-anak muda yang mempunyai jiwa perang dan mempunyai cita-cita mati syahid, namun tanpa sadar mereka telah dikelabui untuk menjadi tumbal Densus88 agar terus eksis, selain itu juga sebagai cara untuk meminimalisir para pejuang islam di Indonesia.

Kesebelas, Anggota/Regu Densus88 yang bertugas menyergap memang tidak tahu menahu dengan skenario ini, untuk menjaga kerahasiaan operasi, mereka hanya tahu bahwa yang sedang mereka sergap adalah anggota teroris/jaringan ISIS.

Kedua belas, si korban akan langsung di tembak mati di tempat tanpa peradilan dan tanpa bukti bahwa telah melanggar hukum, agar dia tidak bisa menjelaskan kronologi perekrutannya. Adapun yang masih hidup, mereka tidak akan mampu berkutik dan membela diri karena mereka tidak sadar kalo yang merekrut mereka ini adalah intel Densus88 dan mereka pun akan mengakui bahwa mereka adalah mujahid. (Red-mujahidin buatan Densus)
Sumber fb Muslim Cyber Army
Sumber Dari: http://www.kumpulankonsultasi.com/2016/12/sebarkan-bocoran-intel-cara-densus-88-ciptakan-teroris.html#ixzz4df81zktn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here