Ditutup, Kongres Umat Islam Wajibkan Memilih Pemimpin Islam

0
282

Kongres Umat Islam (KUI) Sumatera Utara 2018 resmi ditutup, Minggu (1/4). Dari kongres tersebut memuat sejumlah keputusan penting, salah satunya terkait dengan keputusan politik.

Dari 37 Ormas Islam yang mengikuti kongres, seluruhnya sepakat untuk memilih kepala daerah yang beragama Islam. Dalam salinan putusan kongres disebutkan kalau umat Islam wajib memenangkan pemimpin yang kriterianya sesuai Alquran dan Sunah.

“Umat Islam didorong berperan aktif dalam bidang politik. Jadi jangan ada lagi Badan Kenaziran Masjid (BKM) yang enggan berbicara politik dalam masjid. Jangan ada lagi para mubaligh yang buta tentang politik,” ujar Ketua Panitia Kongres Masri Sitanggang usai penutupan KUI Sumut, Minggu (1/4).

Tidak hanya kepala daerah, kongres juga membahas soal pemilihan legislatif mulai dari daerah hingga ke pusat. Pileg harus dijadikan agenda umat Islam untuk berpartisipasi dalam politik.
“Kongres juga mendorong agar Pancasila dan UUD benar-benar diamalkan,” katanya.

Poin yang tak kalah penting, kongres membahas soal ekonomi. Dewasa ini umat Islam masih kalah dalam sisi ekonomi. Terlihat alat-alat produksi yang dimiliki oleh orang lain. Kongres memutuskan agar Ormas Islam dan pengusaha muslim membuat usaha syariah. Misalnya membentuk koperasi swadaya ormas dan usaha lainnya.

Terakhir, Kongres juga membahas soal penguatan peran wanita. Dalam pembahasannya, ormas wanita Islam meminta agar Kementerian Pendidikan untuk menambah jam pelajaran agama Islam.

Kongres sudah berjalan sejak hari Jumat (30/3). Dimana para tokoh nasional seperti Amien Rais, Yusril Ihza Mehendra dan Bachtiar Chamsyah hadir dalam kongres. Ribuan umat Islam dari berbagai organisasi dan daerah juga ikut dalam Kongres di Asrama Haji Medan itu.

sumber jawapos

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here