Sunday, December 5, 2021
HomeHikmah dan NasehatJANJI AHOK BUKIT DURI BEBAS BANJIR HANYA ISAPAN JEMPOL

JANJI AHOK BUKIT DURI BEBAS BANJIR HANYA ISAPAN JEMPOL

Berdasarkan quick count, petahana lolos ke Putaran Kedua Pilkada DKI Jakarta. Kemenangan itu disambut dengan Banjir di Bukit Duri. (cek di sini pic.twitter.com/SxAagK6rWO)_

Sekitar akhir Desember 2016, petahana sempat mengatakan, “Sekarang kan nggak ada cerita lagi SMA 8 banjir,” katanya (sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2016/11/26/14413161/ahok.sekarang.enggak.ada.cerita.sma.8.banjir ). Sayang, perkatannya dua bulan lalu tak terbukti. SMA 8 di Bukit Duri kembali direndam banjir. (sumber: https://m.tempo.co/read/news/2017/02/16/214847052/sma-8-bukit-duri-direndam-banjir-70-cm-arus-deras)

Sebelumnya, Petahana telah melakukan penggusuran paksa di Bukit Duri. Kampung pinggir kali dituduh sebagai penyebab banjir. Kampungnya digusur. Setelah digusur, ruas kali Ciliwung dibetonisasi tinggi dan hebat dengan tujuan tidak lagi banjir. Nyatanya, hari ini masih banjir, walau hujan deras tak terjadi di sana.

Betonisasi Ciliwung ternyata tak enyahkan banjir. Bila skala kecil saja meragukan, Bagaimana kita bisa percaya reklamasi & tanggul raksasa akan selamatkan Jakarta? Jadi siapa penyebabnya?

Menang Pengadilan

Setelah melalui proses panjang, warga Bukit Duri korban gusuran memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). PTUN. mengabulkan gugatan warga Bukit Duri terhadap surat peringatan yang dikeluarkan Pemerintah Kota Jakarta Selatan kepada mereka. Majelis Hakim membatalkan SP 1, 2, dan 3 tersebut karena dinilai melanggar undang-undang (sumber: http://megapolitan.kompas.com/read/2017/01/06/07325911/warga.bukit.duri.menang.di.ptun.pemprov.dki.harus.ganti.rugi)

Sayang, kawasan Bukit Duri sudah digusur pada September 2016. Rumah-rumah warga yang memenangi gugatan sudah rata dengan tanah. Pemprov DKI harus memberikan ganti rugi.

Bukit Duri Pilih Siapa?

Lalu bagaimana korban gusuran paksa Bukit Duri memandang petahana? Korban penggusuran paksa Bukit Duri direlokasi Pemprov DKI Jakarta ke Rusun Rawa Bebek. Konon kata media dan pendukung Petahana, mereka merasa nyaman dan senang di Rumah Susun (rusun) yang baru.

Di dua TPS di Rusun Rawa Bebek, menurut laporan Katadata, hasil pemilihan kepala daerah DKI Jakarta memenangkan pasangan nomor urut tiga Anies-Sandi dengan perolehan 319 suara. Selanjutnya disusul oleh pasangan calon nomor urut satu Agus-Sylvi dengan 163 suara. Adapun pasangan nomor urut dua, Ahok-Djarot berada di posisi terakhir dengan perolehan 128 suara. (sumber: http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/02/16/ahok-kalah-di-rusun-korban-gusuran-bukit-duri)

Jumlah pemilih yang hadir dari kedua TPS tersebut mencapai 610 jiwa. Padahal daftar pemilih tetap mencapai 710 jiwa‎. Artinya ada 100 warga yang tak menggunakan hak suaranya.

Cerita Bukit Duri ini memberi kesimpulan, petahana melakukan penggusuran paksa, melanggar hukum, di pengadilan kalah, di kotak suara kalah, dan yang paling penting, Bukit Duri masih banjir. 🙁 Semoga Anda Warga Jakarta, melihat hasil kerja petahana.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

sukirno on BUNUH DIRI PPP