PELURUSAN BERITA

0
472

By : Azzam Mujahid Izzulhaq

Terkait pemberitaan bahwa polisi yg melakukan pengamanan akan diberikan hadiah haji gratis (detik[dot]com), Kedutaan Arab Saudi telah membantahnya dan detik[dot]com pun telah mengakui kekeliruan pemberitaannya.

Abaikan laman berbayar KataKupret yg sering melakukan fitnah dan provokasi.
Terutama provokasinya tentang hadiah ibadah haji kepada polisi ini.
Mereka boleh merasa kebal hukum sebagaimana Iwan Bopeng hingga si penista agama. Berlindung di bawah panji kotak-kotak yg sakti mandra guna.

Seandainya, Kedutaan Arab Saudi tidak cepat tanggap menanggapi hal ini, bisa jadi bumerang besar. Kerajaan Arab Saudi akan dituding itu oleh para pemuja berhala modern ini.

Sama halnya juga dengan nominal investasi Kerajaan Arab Saudi di Indonesia. Tidak perlu juga lebay terlampau difestivalisasikan. Mereka juga memiliki banyak informan untuk melakukan proper test, berapa layaknya investasi yg aman dilakukan di Indonesia. Karena berapa pun, atau bahkan tidak jadi berinvestasi pun, kedatangan Raja Salman dengan segala hingar bingarnya berhasil memukul penyakit inferiority complex dan ekslusivitas Pulau Bali. Langsung atau tidak, kedatangan rombongan ini menaikkan izzah umat Islam di Indonesia. Dan dengan datangnya saja, cukup membawa angin segar bagi kita.

Kedatangan Raja salman pun bukan karena prestasi Presiden Joko Widodo sebagaimana tayangan video singkat yg disebarkan.
Raja Salman punya intelejen sendiri. Ada apa, kapan, bagaimana harus bersikap dan lain sebagainya. Bersyukurlah, beliau mau datang ke Indonesia sebagai saudara yg ingin menjewer, mendakwahi dan mengingatkan rezim pemerintahan saat ini yg phobia akut terhadap Arab dan Islam dengan cara yg elegan. Bukan sebagai saudara yg marah dan kecewa kemudian melabrak menggebrak meja sambil berkata, “Jadi mau lu apa? Kita selesaikan saja!”.

Di sisi lain, akan ada skenario jebakan-jebakan kecil lengkap dengan kamera, alat perekam dan panggung media yg luas untuk secepat kilat memberitakan seandainya ada salah satu dari rombongan yg masuk ke dalam jebakan. Di sini juga kita perlu sangat mewaspadai. Karena mereka tentunya lapar pemberitaan negatif untuk merusak citra Kerajaan Arab Saudi khususnya dan umat Islam pada umumnya.

Ya, kunjungan Raja Salman beserta rombongannya harus tanpa cela. Dan, mereka sudah mengetahuinya. Terkabar dari sana, Raja Salman mewanti-wanti hal ini. Bahkan mengancam jika ada pelaku tindakan tercela selama di Indonesia, ia tidak segan-segan memberikan hukuman yg seberat-beratnya. Tidak peduli apakah ia putera mahkota atau staf biasa.

Ini bukan kunjungan bilateral biasa. Bahkan di Singapura, beberapa pejabat negara-negara Barat ditambah Israel dan Australia telah dulu tiba. Dari timur juga demikian, per hari ini China sudah merapat mendekat ke Nusantara. Ini adalah psywar bagi penikmat kue bancakan yg bernama Indonesia.

Bagi kita, bantu dengan apa yg kita bisa. Doa, tenaga, dan upaya. Semoga Allah melindungi kita semua. Aamiin…

#AMI
#SelamatkanIndonesia
#LintasanPikiran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here