Insiden pengusiran tiga warga negara asing (WNA) asal Israel tersebut terjadi di pusat kebugaran Ayenda Gym di Ubud, Gianyar, Bali. Video perseteruan antara pemilik gym dan para turis asing ini menjadi viral di berbagai media sosial.
Berikut adalah rincian kronologi dan klarifikasi resmi dari pemilik tempat kebugaran tersebut:
Kronologi Kejadian
- Sikap Kasar kepada Staf: Peristiwa bermula ketika tiga pria WNA datang ke Ayenda Gym. Salah satu dari mereka dilaporkan bersikap sangat tidak sopan dan kasar kepada karyawan lokal yang berjaga.
- Konfrontasi oleh Pemilik: Mendengar laporan dari stafnya, pemilik gym yang bernama Samir (32) langsung mendatangi ketiga pria tersebut untuk meminta penjelasan.
- Pengakuan Kewarganegaraan: Saat ditanya mengenai asal negara mereka, ketiganya mengaku sebagai warga negara Israel. Samir juga mendapati indikasi bahwa mereka memiliki keterkaitan dengan Israel Defense Forces (IDF) atau tentara Israel. [1, 2, 3, 4]
- Pengusiran Langsung: Samir menolak melayani mereka dan meminta ketiganya segera meninggalkan area pusat kebugaran tanpa membuka ruang diskusi. Dalam rekaman yang beredar, Samir juga menyentil penggunaan paspor ganda mereka karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Dampak di Media Sosial & Respons Otoritas
Buntut dari kejadian ini, Ayenda Gym sempat dibanjiri ulasan negatif oleh akun-akun pro-Israel. Namun, aksi tersebut langsung dibalas oleh gelombang dukungan masif dari warganet Indonesia dan pendukung Palestina yang memberikan ribuan ulasan bintang lima hingga rating gym tersebut bertahan di angka sempurna 5,0.
Sementara itu, pihak Kepolisian Polsek Ubud dan Kantor Imigrasi Bali menyatakan sedang melakukan pemeriksaan lapangan untuk memverifikasi identitas, status visa, serta keabsahan paspor yang digunakan oleh ketiga WNA tersebut.
Source : Instagram, Gym owner in Bali Indonedia kicked out three Zionist Terorist #FreePalestine #PalestineWillBeFree


