Saat pulang dari Aksi 112 kemarin tanpa sengaja di airport bertemu anak buah saat saya masih kerja ikut perusahaan dulu. Melihat “dress code” saya dia langsung tahu kalau sy ikut Aksi 112. Setelah basa-basi dia bertanya ;

Anak buah : “pak boleh saya tanya ?”

Saya : “Silahkan, tentang apa ya ?”

Anak Buah : “Seandainya saat ini Ahok itu orang Islam, anda akan pilih dia nggak ?”

Saya : “Jika semua sama sprti skrg, cuma yg beda agama Ahok Islam, maka sy tetap TIDAK PILIH AHOK”

Anak Buah : “loh kenapa ? Bukannya bapak tidak pilih Ahok karena alasan dia kafir ?”.

Saya : “Saya rasa kamu salah mengerti, memang betul saya menolak Ahok sebab saya harus mentaati perintah agama saya alias alasan agama.
Tapi kamu harus mengerti bahwa agama itu saringan pertama, seandainya Ahok orang Islam, dan paslon lainnya seperti sekarang, saya tetap tidak pilih Ahok. (1)

Sebab secara rasional prestasi Ahok memang buruk. Dia nggak layak jadi pemimpin. Ahok bukan tipe manusia yang mengayomi, kalau ada yang berbeda pendapat, dia akan senang hati membully bahkan menghabisi orang tersebut, padahal pemimpin yang baik harus bisa mengayomi seluruh rakyatnya baik yg suka atau tidak. (2)

Prestasi kerjanya juga buruk, selama dipimpin Ahok angka kemiskinan di DKI malah naik, Foke saja masih lebih baik, krn dijaman Foke angka kemiskinan menurun. (3)

Ahok juga bukan tipe penyayang rakyat, siapapun yang nggak cocok sama dia akan dihabisi. Dia nggak bisa menerima perbedaan, sangat tidak toleran, emosional sekali. Dan pemimpin yang emosional dan suka membully macam ahok begini hanya akan menciptakan keributan dan rakyat dibikin jengkel terus2an. (4)

Ahok juga bukan komunikator yang baik, padahal salah satu sifat pemimpin yang baik adalah harus mampu menjadi komunikator yang hebat, agar bawahannya faham visi2nya juga rakyatnya tidak takut berbicara dengan pemimpinnya, jelas disini Ahok tidak pantas jadi pemimpin”. (5)

Anak buah ; “tapi Ahok kan dikenal bersih pak ? Dan banyak pemimpin muslim malah korupsi ?”

Saya : “hehehe kayaknya kamu termakan propaganda mereka deh, saya kasih tips ya…kalau media sudah tidak malu2 membuat kebohongan yang nyata, lalu apa yang membuat tulisan2 mereka selanjutnya bisa dipercaya ?.

Begini apakah Ahok bersih ? Bisa iya bisa tidak. Yg jelas diantara 3 calon tersebut, Ahok satu2nya calon terindikasi korupsi di banyak kasus, dan yang paling jelas korupsinya dikasus RS. Sumber Waras. (6)

Mengenai pemimpin muslim yang korupsi ? Kamu harus fair dong, kalau toh ada yang korupsi itu kan personalnya, bukan agamanya. Kalau kamu anggap semua orang Islam korup, berarti yang salah agamanya. Saya mau tanya kamu sendiri orang Islam, kamu korup nggak ?”

Anak buah : “ya enggak lah pak”

Saya : “Nah masih banyak orang Islam yg bersih dan bagus kan ? Kita hitung yang ilmiah saja deh. Kira2 siapa yg paling berpotensi korup ? Yg sudah dicurigai dan ada indikasi korupsi atau yang tidak ada indikasi sama sekali ?”

Anak buah : ” yaa yang sudah terindikasi dong pak”

Saya : “diantara 3 calon itu siapa yang sudah terindikasi kuat melakukan pelanggaran atau korupsi?”

Anak buah : “ya Ahok pak”

Saya : “Jadi kamu sudah tahu jawabannya kan ? Justru yang paling berpotensi melakukan korupsi lagi ya Ahok, dan calon lain yang tidak ada kasus korupsi justru potensi korupnya sangat kecil, jadi mari kita adil dalam menilai” (7)

Oh ya satu hal lagi, pendorong korupsi itu ketidak jujuran, nah dari sekian calon mana yang paling sering bohong ? (8)

Siapa yang bohong bilang nggak maju lewat parpol ternyata maju lewat parpol ?

Siapa yang bohong nggak kenal Sunny, belakangan diakui Sunny hanya magang dan belakngan ketahuan Sunny ternyata mediator dengan taipan2 pengembang ?

Siapa yg bohong bikin Teman Ahok katanya modal dengkul ternyata ngepul modal dari konglomerat, siapa yang paling banyak bohong, dialah yang paling kuat potensinya jadi koruptor”

Anak buah : “Apa karena Cina, pak ?

Saya : “No no no, kamu salah lagi, meskipun tidak bisa dipungkiri banyaknya kasus penipuan dan perampokan duit negara oleh taipan2 itu, mungkin karena kultur mereka yang suka menghalalkan segala cara, namun saya yakin masih banyak yang baik kok…

Diantara teman saya banyak yang keturunan Cina, mereka sesama Cina yang nasionalis dan orang baik2 nggak suka juga sama ahok, jangan salah.

Mereka takut juga kalau Ahok terus2an bikin gara2 akhirnya kebencian ras ini bisa makin besar, dan mereka yg baik jadi korban sasaran, maka mereka ngedumel..jengkel juga…

Jadi saya tekankan ya….Ahok ditolak itu bukan karena perbedaan ras-nya, tapi karena memang dia pantas di tolak. Andai saja dia orang Islampun tapi kalau kelakuannya kayak yang sekarang dia tetap harus ditolak, nggak layak jadi pemimpin. (9)

Anak buah : “ada yang bilang kita tidak pilih pemimpin, gubernur itu pelayan rakyat”

Saya : “masak sih kamu percaya kebohongan retorika konyol kayak begitu ? Itu kan bahasa retorika mereka menghindari kriteria larangan dan syariat agama kita. (10)

Ini sama saja ketika dilarang minum bir, terus bilang ini bukan bir, ini wine. Konyol deh…itu akal2an mereka saja”

Justru harus kamu amati siapa diantara calon2 gubernur ini yang paling banyak main akal2an ??manipulasi istilah, data dan berita ? (11)

Yang model begini jangan dipilih didekati saja jangan ! Apalagi dipilih !

Kalau masih kampanye saja sudah kecanduan manipulasi, apalagi nanti sudah menjabat???
Tinggalkan saja !!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here