Ditujukan kepada :

1. Para Pengurus DKM dari jutaan masjid di seluruh Indonesia

2. Para Direksi/Pimpinan/Pengurus Rumah Zakat, Dompet Duafa, Baitul Maal Hidayatullah, Yayasan Dana Sosial al-Falah, BAZIS/LAZIS, dll, semua lembaga pengelola amal zakat, infaq dan shodaqoh beserta seluruh cabang-cabangnya di Indonesia

3. Persyarikatan Muhammadiyah yang memiliki ribuan amal usaha dengan total nilai asset trilyunan

Harap hati-hati dengan besarnya dana yang dikelola.

Sebaiknya setelah tutup buku dan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Independen, jangan diumumkan terbuka di media massa. Umumkan saja kepada para donatur melalui email masing-masing.

Sebab…
Ada yang lagi panik, ngiler melihat potensi uang segitu besarnya.
BUTUH UANG BANYAK DAN CEPAT.

Pencapresan tinggal setahun lagi, Pilpres tinggal 20 bulan lagi.
Saatnya mengumpulkan uang buat memenuhi janji-janji yang masih terbengkalai sekaligus buat modal di 2019.

Tampaknya 9 naga sudah gak selancar dulu kucurannya.
Pasca kekalahan telak di DKI padahal modal sudah bejibun yang digelontorkan, para taipan kini berhitung dengan cermat dan hati-hati.
Apalagi duit reklamasi terancam tak bisa kembali modal kalau proyeknya tak dilanjutkan.

Potensi dana terkumpul ummat Islam di berbagai simpul pengumpulan dana amal, sangatlah besar.
Beberapa tahun lalu saya pernah ngobrol dengan Branch Manager Rumah Zakat, besar sekali potensi ZIS ummat sehingga meskipun lembaga-lembaga amil zakat nasional sudah berlomba-lomba menjemput zakat ummat dengan berbagai macam ragam kemudahan, niscaya tidak akan habis dan masih belum seluruh potensi ZIS terkumpul.
Artinya, sesungguhnya ummat Islam Indonesia cukup “KAYA”.

Jangan sampai uang ummat dilirik untuk kepentingan mendongkrak “citra keberhasilan” semu!
Jangan bilang “aaah, gak mungkin!”
Memberi makan orang miskin saja sekarang DI-SUB KONTRAKKAN ke anak sekolah kok!
Apa sih yang tidak mungkin dilakukan demi tujuan tertentu?!

Ummat Islam itu jumlahnya besar sekali. Mereka potensi pemilik hak suara di setiap hajatan pesta demokrasi 5 tahunan.
Uang ummat Islam juga banyak sekali. Buktinya bisa bikin pertemuan menghadirkan 7,5 juta orang TANPA MINTA SUMBANGAN tapi justru berkelimpahan.
Potensi besar ini di mata orang yang rakus bisa disalahgunakan.

Terhadap (ajaran) Islam alergi, terhadap ummat Islam tidak ramah, terhadap ulama memusuhi, tapi menghadapi uangnya “bersahabat”.
Kita harus belajar banyak dan ambil hikmah dari pengalaman hidup berbangsa dan bernegara.

Saya Indonesia, saya Muslim!
Salam ukhuwah Islamiyah.

Nara Sumber : Iramawati Oemar⁠⁠⁠⁠

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here