“BUKAN JABATAN TANGAN YANG MEMBAWA KEMULIAAN”

0
433

 

By:Buya Gusrizal Lc MA.g

Dengan siapapun tuan-tuan berjabat tangan, bila diri tua n-tuan telah hina karena kekufuran dan kemunafikan serta tindakan kezhaliman maka kemulian orang yang tuan sambut tangannya tak akan berpindah !

Lupakah tuan-tuan dengan Abu Lahab yang merupakan paman Rasulullah saw ?
Dia sangat bahagia menyambut kelahiran Muhammad saw bahkan sampai memerdekakan budaknya (Tsuwaibah) karena Muhammad saw menyusu dengannya. Cobalah berfikir dengan jernih ! Apakah kedekatan hubungan kekerabatan membuat Abu Lahab menjadi mulia ???

Masih ingatkah tuan-tuan dengan Fir’aun ? Dia malah ikut mengasuh Musa as.
Nah, pergunakanlah akal dengan benar !
Apakah kedekatan dan jasa besar itu membuat Fir’aun menjadi mulia ???

Jadi, tak perlu dibanggakan jabat tangan tuan-tuan dengan tamu semulia apapun kalau diri tuan-tuan bergelimang dengan kehinaan dalam bentuk kekufuran, kemunafikan dan tindakan kezhaliman karena kemuliaan tamu tersebut tak akan menjadikan tuan-tuan menjadi mulia dan selamat dari kemarahan Allah swt.

Kebersamaan dan hubungan secara fisik, tak akan memberi arti apa-apa bila hati bertolak belakang.

Allah swt menyuruh kita bersama dengan seseorang bukan sebatas bertemu atau bersalaman tapi hadir bersama orang itu dalam kepribadiannya.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ}
[التوبة : 119]

“Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar”. (QS. al-Taubah 9:119)

Akhirnya, saya menyarankan agar tuan-tuan belajar dari kisah isteri Nabi Luth as !
Walaupun malaikat yang menjadi tamu di rumahnya, ternyata kemuliaan makhluk tanpa dosa itu tak menyelamatkannya dari azab Allah swt.

{وَلَمَّا أَن جَاءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالُوا لَا تَخَفْ وَلَا تَحْزَنْ ۖ إِنَّا مُنَجُّوكَ وَأَهْلَكَ إِلَّا امْرَأَتَكَ كَانَتْ مِنَ الْغَابِرِينَ} [العنكبوت : 33]

“Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah karena (kedatangan) mereka, dan (merasa) tidak punya kekuatan untuk melindungi mereka dan mereka berkata: “Janganlah kamu takut dan jangan (pula) susah. Sesungguhnya kami akan menyelamatkan kamu dan pengikut-pengikutmu, kecuali isterimu, dia adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan)”. (QS. al-‘Ankabut 29:33)

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here