Kesedihan ketika ulama dinista

0
716

IZZASpirit

Sebagai seorang Muslim yang cinta dengan Ulama’nya, saya turut prihatin, sedih juga marah menyala-nyala atas “kuasanya” si penista dan kuasa hukumnya mempermainkan bahkan sampai pada tingkat melecehkan dan menghina Ulama yang Seorang Rois Aam PBNU sekaligus Ketua Umum MUI Pusat.

Saya bahkan menganggap ini adalah kado pahit milad ke 91 sebuah Ormas Tua Penyangga Republik ini, Ormas yang sering disebut benteng NKRI, Ormas Islam yang didirikan oleh Ayah kandung salahsatu Tokoh BPUPKI, KH Wahid Hasyim sekaligus Kakek Presiden RI ke IV KH Abdurrahman Wahid رحمهم الله.

Kesedihan ini makin panjang atas semakin nampaknya sikap Ketua Umum ormas tertua kedua setelah Muhammadiyah yang selalu berbeda dari Rois ‘Aam, Ulama NU dan Mayoritas Nahdliyyin yang kelihatan sepertinya nyaris “nol perhatian” terhadap perjuangan Ummat Islam akan penegakan keadilan atas penistaan Al Qur’an dan Ulama yang dilakukan Gubernur durian runtuh di Kepulauan seribu.

Saya menduga pintu kelancangan si penista atas sikap arogannya terhadap Ulama sekaliber KH Ma’ruf Amin, cucu Syekh Nawawi Al Banteni sekaligus Ulama langka yang kita miliki hari ini, karena dibuka oleh pernyataan-pernyataan kontroversial dan maaf agak ngawur yang dilakukan oleh Ketua Umum PBNU sendiri.

Sebagaimana yang kita baca sehari sebelumnya, pernyataan Sang Kiyai yang juga seorang Profesor ini seolah memantik bara baru dengan menyudutkan FPI yang saat ini berada di Garda terdepan perjuangan menegakan keadilan membuat si penista dan gerombolan munafiqun 552 semakin arogan, ganas bahkan beringas membully Kiyai Ma’ruf Ulama yang sangat dihormati oleh Ummat yang punya nurani hanif.

Kesedihan bertubi-tubi ini segera mencair ketika kami dan rombongan selesai melaksanakan Sholat Zhuhur dan Ashar Jama’ taqdim qashar di Masjid Ditib, Masjid Megah nan mewah yang sedang dibangun di tengah-tengah Kota Cöln Jerman oleh Persatuan Islam Turkey.

Di dalam Masjid dengan sajadah khas Turkey yang sangat lembut dan empuk ini, terngiang-ngiang dengan ayat yang berbunyi : ومكروا ومكر الله والله خير الماكرين…mereka bermakar, Allah-pun bermakar, bahkan Allah-lah sebaik-baik Pembuat Makar.

Barangkali Inilah salahsatu hikmah kenapa ada episode “pembullyan” Saksi Ahli Kiyai Kharismatik Ummat ini, setelah upaya sangat sistematis dalam upaya “pengkriminalisasian” Habib Rizieq Syihab yang tiada henti, yakni membangunkan macan tidur sesungguhnya.

Pemuda Anshor mulai gerah, anak-anak Muda NU mulai mengerti permainan apa yang sesungguhnya sedang terjadi, konspirasi apa yang sedang menjadi kode kuat “arus deras” mulai menerjang marwah dan kedaulatan Ummat dan Ulamanya.

Saya belum dengar apa suara Nusron “si pemelotot Ulama”, saya belum tau suara Gus Nuril sang Pluris itu, saya belum nyimak komentarnya si cendikiawan Ishomuddin, saya belum baca apa cuitan si Maman anggota DPR penyeru dipecatnya Kapolda Sholeh penyambut Habib Rizieq di Medan.

Apakah ini rekayasa atau makar Allah untuk membuat Ummat makin bersatu ? Apakah ini cara Allah menyadarkan yang terlena ? Apakah ini jeweran Allah atas gerombolan munafiqun 552 ? والله اعلم , Allah-lah yang Paling Tahu, kita tunggu Episöde berikut dalam “Tadbiir Robbny”, Rekayasa Alläh yang sangat luar biasa ini.

Salam Cinta buat semua Ulamaku yang Hanif, salam perjuangan buat semua saudaraku Mujahid Pembela Ulama yang hari ini mengawal Ulama di Mapolda Metro Jaya.

والله اعلم وبارك الله فيكم

Frankfrut – Jerman,
05 Jumadil Ula 1438 H
01 Februari 2017 M

Akhukum Fillaah
Pencinta dan Pembela Ulama,

Ahmad Buchory-Muslim
WA : 0812 8113 6717

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here